Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Strategi Menghadapi Penilaian Akhir Tahun Siswa SD

×

Strategi Menghadapi Penilaian Akhir Tahun Siswa SD

Sebarkan artikel ini

Oleh : Agus Kriswanto
Kepala Sekolah SDN Purwodadi, Kec. Angsana

Memasuki Juni, anak-anak SD kelas 1 hingga kelas 5 tentunya banyak yang menambah durasi waktu belajarnya karena akan menghadapi penilaian akhir tahun (PAT). Penilaian akhir tahun ada yang menyebut dengan penilaian akhir semester genap atau ulangan umum kenaikan kelas. Karena setelah mengikuti penilaian ini, biasanya tidak lama lagi anak-anak akan menerima buku laporan pendidikan (Rapor). Dalam rapor semester genap inilah akan diketahui bahwa siswa tersebut naik kelas atau tinggal kelas. Bahkan dalam pembagian buku laporan pendidikan tersebut tidak jarang disampaikan pula oleh wali kelasnya, nama-nama siswa yang menduduki peringkat satu, dua dan tiga.

Kalimantan Post

Penilaian akhir tahun (PAT) adalah kegiatan yang dilakukan pada akhir semester (semester genap), rata-rata untuk mengukur prestasi siswa. Lingkup penilaian PAT mencakup semua indikator yang mewakili kemampuan dasar (KD) selama semester genap. Hasil penilaian akhir tahun kemudian diolah dan dianalisis untuk menentukan integritas ketuntasan akademik peserta didik, yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengisi nilai laporan hasil belajar dan lainnya.

Anak-anak sangat antusias belajar mendekati hari pelaksanaan penilaian akhir tahun (PAT), dengan harapan supaya mendapat nilai yang bagus. Dengan nilai yang bagus diharapkan bisa mendapatkan peringkat pertama. Rata-rata siswa mempunyai keinginan seperti itu. Demikian pula orang tua siswa banyak meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya belajar. Sebenarnya strategi belajar yang demikian menurut hemat penulis kurang pas, karena terkesan dadakan dalam belajar. Belajar yang dadakan seperti ini hanya membuat siswa capek dan mengantuk. Karena biasanya belajarnya sampai larut malam.

Belajar untuk menghadapi penilaian akhir tahun (PAT) idealnya sudah dipersiapkan oleh siswa mulai awal masuk semester genap yaitu di bulan Januari. Kalau mau sukses, dan mendapat peringkat kelas yang bagus ketika menerima buku laporan pendidikan maka belajarnya harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Karena nilai laporan pendidikan tidak hanya diambil dari penilaian akhir tahun saja, yang pelaksanaannya sekitar satu minggu. Akan tetapi penilaian yang terakumulasi selama satu semester atau enam bulan.

Baca Juga :  HIJRAH AKTUAL

Orang tua yang bijaksana, yang senantiasa ada waktu mendampingi anaknya belajar biasanya memperhatikan perolehan angka/nilai anaknya setiap saat, sejak awal masuk semester genap. Sehingga tahu dimana letak kelemahan anaknya dalam mengikuti belajar di sekolah, dan mencari solusinya. Memang ada tipe anak yang tiap waktu belajar harus didampingi orang tuanya; ayah atau ibu. Seolah sudah menjadi kebiasaan bagi anak tersebut, kalau akan belajar harus ada orang tua di sampingnya. Jika tidak didampingi oleh orang tuanya, mereka tidak mau belajar sendiri.

Namun ada juga tipe anak yang tidak didampingi orang tua, dia biasa belajar sendiri. Anak yang demikian ketika belajar tidak didampingi orang tua, karena dia juga terbiasa seperti itu dalam belajar setiap harinya. Dia cenderung selalu memperhatikan bapak atau ibu gurunya di kelas pada saat mengajar. Dengan serius pula dia mengikuti pembelajaran. Tipe anak yang seperti ini memang ada akan tetapi tidak banyak. Karena bagi anak tersebut, belajar sendiri itu lebih asyik.

Dalam pelaksanaan kegiatan penilaian akhir tahun (PAT) idealnya ditertibkan, agar pengawas ruang untuk tidak meninggalkan ruang PAT. Karena kalau pengawas ruang meninggalkan ruang PAT dikhawatirkan akan ada siswa yang menyontek; menyontek pada buku, atau pun menyontek pada pekerjaan teman dekatnya. Pelaksanaan PAT harus bersifat kompetisi positif untuk mendapatkan hasil penilaian yang akurat. Tidak jarang ketika ditinggal sebentar keluar; ke toilet atau ke kantor oleh pengawas ruang, yang kebetulan biasanya guru kelas sebagai pengawas ruangnya. Anak-anak cenderung melakukan hal yang demikian, tidak lain tujuannya yaitu ingin mendapatkan hasil nilai yang baik.

Akan tetapi kalau anak-anak sudah dibiasakan untuk berbuat/berperilaku yang baik, tidak akan melakukan hal yang demikian. Namun alangkah baiknya jika kegiatan PAT berlangsung, pengawas ruang tidak meninggalkan tempat dimana dia bertugas sebagai pengawas ruang tersebut. Dengan begitu tentu anak-anak akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan nilai yang bagus.

Strategi yang baik bagi anak dalam mengikuti PAT untuk mendapatkan nilai yang bagus adalah sebagai berikut; Pertama, memperhatikan dan mempelajari kisi-kisi soal yang dibagikan oleh guru kelas dengan sungguh-sungguh. Biasanya kisi-kisi tersebut berupa fotokopy, lebih baik dalam mempelajarinya didampingi orang tua. Jika guru kelas tidak membagikan kisi-kisi soal mata pelajaran tertentu, maka ini adalah sebuah dilemma. Artinya siswa harus mempelajari materi secara keseluruhan. Kedua, siswa sebaiknya tidak mempelajari materi PAT secara dadakan. Kalau sudah terlanjur apa boleh buat. Akan tetapi hal tersebut berdampak pada perolehan hasil nilai tidak maksimal. Maka untuk kedepannya, pada semester berikutnya supaya dibuat planning. Agar tidak belajar secara dadakan pada waktu mendekati PAT saja. Ketiga, pada saat mengikuti pembelajaran siswa harus aktif, artinya berani bertanya jika ada hal yang belum dimengerti. Kemudian jika ada pertanyaan dari guru kelas upayakan untuk bisa menjawab. Keempat, berdo’a kepada Tuha
n agar dimudahkan dalam belajar, sehingga bisa menjawab soal-soal PAT.

Baca Juga :  THALABUL ‘ILMI

Untuk mendapatkan hasil nilai yang maksimal, siswa sebaiknya belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Bilamana perlu belajar dengan didampingi orang tua. Atau pun belajar secara berkelompok; membuat kelompok belajar. Belajar secara berkelompok kiranya lebih efektif, karena jika ada sesuatu hal yang tidak dimengerti, anggota kelompok belajar yang lain tentu bisa menjawab/punya jawaban. Jika belajar sejak awal masuk semester genap yaitu di bulan Januari dilakukan maka tentu hasilnya akan lebih baik. Bukan berarti dalam hal ini penulis menganggap bahwa siswa tidak belajar di bulan Januari, Februari dst. Hanya saja durasi waktu belajar kurang jika dibandingkan dengan saat mendekati hari pelaksanaan PAT. Semakin dekat dengan waktu pelaksanaan PAT, siswa terkesan belajar secara dadakan. Karena belajar hingga larut malam.

Dalam mengikuti kegiatan pelaksanaan PAT siswa tentu akan belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. Mempelajari kisi-kisi soal yang didampingi oleh orang tua atau anggota keluarga yang lain, kiranya akan memberikan semangat bagi siswa tersebut untuk memperoleh hasil nilai yang maksimal. Dan tentu saja dengan harapan bahwa siswa tersebut bisa memperoleh peringkat di kelasnya.

Iklan
Iklan