Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Wow, Harga Telur Ayam Ras Tembus Rp 33 Ribu per Kilogram!

×

Wow, Harga Telur Ayam Ras Tembus Rp 33 Ribu per Kilogram!

Sebarkan artikel ini
8 4klm 8
NAIK - Harga telur ayam ras naik lagi di Banjarmasin mencapai Rp 33 ribu per kilogram. (KP/Opiq)

Burhan, pedagang telur di Pasar Lama, Banjarmasin, juga tak menampik naiknya harga telur ayam ras ini. Menurutnya, kenaikan terjadi sejak pasca lebaran lalu, dan berlangsung sampai saat ini.

BANJARMASIN, KP – Sempat turun, harga telur ayam ras kembali merangkak naik di Kota Banjarmasin. Hingga saat ini, harganya menyentuh Rp 32 ribu – 33 ribu per kilogram di tingkat eceran. Meroketnya harga komoditi yang selalu dicari warga ini dikeluhkan ibu-ibu dan pedagang makanan.

Kalimantan Post

Bagaimana tidak, telur ayam ini kerap dikonsumsi dan dijadikan sebagai lauk untuk makan sehari-hari. Harga yang tidak bersahabat tentu menjadi beban bagi warga, baik di kalangan rumah tangga maupun sektor usaha, khususnya kuliner.

“Kaget juga waktu tau harganya naik lagi, berberapa hari lalu sempat turun Rp 29 ribu, tapi tadi beli Rp 33 ribu,” tukas Fuah warga Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Dia mengaku, waktu harga normal biasanya membeli telur antara Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu saja. Namun, belakangan terus mengalami kenaikan sampai sekarang.

Ibu rumah tangga ini bilang, mesti pandai-pandai menyiasati untuk pengeluaran dapur dan keperluan lainnya di tengah biaya kebutuhan hidup yang tinggi.

“Tadi beli telur setengah kilo saja. Sisanya buat keperluan dapur lainnya. Harus lebih cermat supaya cukup uangnya,” tutur Fuah.

Burhan, pedagang telur di Pasar Lama, Banjarmasin, juga tak menampik naiknya harga telur ayam ras ini. Menurutnya, kenaikan terjadi sejak pasca lebaran lalu, dan berlangsung sampai saat ini.

“Sudah 4 hari ini naik. Sekarang harga partaian Rp 29.500 per kilogram. Kalau eceran bisa sampai Rp 33 ribu per kilo,” ujarnya, saat ditemui Kalimantan Post di kiosnya di Pasar Lama, Banjarmasin, Selasa (30/8).

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Terima Kunjungan Kerja DPD RI, Tegaskan Keandalan Pasokan Avtur

Lebih jauh Burhan menuturkan, saat lebaran lalu harganya masih Rp 23 ribu per kilogram, lalu naik bertahap sampai saat ini. Ia sendiri tak mengetahui dengan pasti kenapa harga telur jadi naik.

Meskipun naik, kata Burhan lagi, telur ayam tetap dicari warga. Selain dikonsumsi sebagai lauk, sebagian besar pedagang makanan dan pedagang kue juga memerlukannya.

“Penjualan di kios normal saja, konsumen tetap banyak yang datang. Soalnya, telur ini sudah jadi kebutuhan pokok juga,” katanya.

Menurutnya, ada kemungkinan harga telur akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Tapi dia tak bisa memprediksi kapan pastinya.

Menurut pengakuannya, pasokan telur ayam ras cukup lancar, dan tak ada kendala dalam pendistribusiannya. Dalam sehari, rata-rata Burhan bisa menjual sekitar 40 tray/rak atau lebih dari 1.000 butir telur ayam ras.

“Dalam seminggu ada 3 kali telur masuk ke tempat kami. Lancar saja pasokannya. Kebanyakan kita mendatangkan dari sekitaran Banjarmasin saja, atau dari peternak di Kalsel,” terang Burhan.

“Kalau beli dari Jawa memang sedikit lebih murah, tapi resiko telur pecah selama pengiriman ke Banjarmasin juga tinggi,” pungkasnya. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan