Banjarbaru, KP – PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari kawasan Tahura Sultan Adam sangat menjanjikan.
Tak salah memang tahun ini target pendapatan dinaikkan hampir 50 persen.
Tahun 2022 target pendapatan pengelolaan dua destinasi wisata, Bukit Batu dan Mandiangin Rp3 miliar, sedangkan tahun ini menjadi Rp5 miliar.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hj Fathimatuzzahra, sangat optimis mampu memenuhi target. Menurutnya, baru dua bulan tahun 2023 berjalan pendapatan sudah mencapai Rp1,1 miliar.
Itu artinya, rata-rata pendapatan 500an juta.
Jika konsisten pendapatan di angka 500an juta per bulan, maka pengelola tahura tak perlu menunggu 12 bulan untuk mencapai target.
Hanya perlu 10 bulan target 5 miliar tercapai.
“Kami optimis tahun ini pendapatan mencapai Rp5 miliar,” kata Fathimatuzzahra, belum lama tadi.
Wanita yang akrab disapa, Aya, menyebut pendapatan Rp 1,1 miliar tersebut baru dari retribusi tiket masuk Tahura Mandiangin atau Bukit Batu.
Disebutnya, pengelolaan tahura masih punya potensi lain menambah pemasukan, yaitu dari wahana berkuda dan paralayang serta gantole.
Jika pendapatan dari wahana berkuda dan paralayang dihitung, maka jumlah pemasukan semakin tinggi.
“Pendapatan dari paralayang belum terhitung karena kerjasama pihak ketiga. Perhitungannya nunggu dari pihak ketiga. Begitu juga berkuda, sistemnya sama kerjasama pihak ketiga, perhitungannya nunggu mereka,” ucap Aya, seraya menambahkan penyewa paralayang cukup banyak.
“Insyaallah target Rp5 miliar bisa tercapai. Untuk pemasukan antara Bukit Batu dan Mandiangin seimbang,” tambahnya.
Pendapatan Tahura Sultan Adam (SA) beberapa bulan ke depan juga dipastikan naik signifikan.
Pasalanya di Tahura Mandiangin akan digelar event yang menghadirkan artis nasional.
Dari event tersebut tahura mendapatkan pemasukan dari retribusi tiket dan sewa lokasi panggung.
“Informasinya tiket untuk konser sudah terjual ribuan,” kata Aya.
Sekedar mengingatkan, pada tahun lalu realisasi pendapatan dari pengelolaan Tahura SA, mencapai Rp4,4 miliar. Padahal target yang dipatok melalui APBD Pemprov Kalsel, banya sebesar Rp3 miliar.
Jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2021, juga jauh melambung tinggi.
Pada tahun 2021 realisasi pendapatan Tahura SA hanya Rp1,1 miliar. (mns/K-2)















