Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Beredar Surat Bantuan Dana Desa Hoaks dan Penipuan

×

Beredar Surat Bantuan Dana Desa Hoaks dan Penipuan

Sebarkan artikel ini
IMG 20230315 WA0007

Palangka Raya , KP. – Sudah dalam beberapa Minggu terakhir telah beredar surat pemberitahuan fogging untuk DBD yang di keluarkan oleh Dinkes Provinsi dan setelah dikonfirmasi ternyata hal tersebut dinyatakan HOAKS.

Setelah itu kembali beredar di WhatsApp dengan modus hampir serupa, namun hanya berbeda dinas, surat tersebut mengatasnamakan kepala dinas provinsi.

Baca Koran

Hebatnya lagi tak tanggung – tanggung surat pemberian bantuan dana hibah pada pedesaan tersebut langsung mengatasnamakan Ditjen di kementerian Desa, Pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi.

Oleh sebab itu baik masyarakat maupun dinas/ instansi di daerah dihimbau lebih waspada dan selalu melakukan konfirmasi melalui dinas terkait seperti Diskominfosantik tegas. Kadis PMD Kalteng Aryawan, akhir pekan tadi.

Surat Undangan Rapat Koordinasi Penetapan Calon Penerima dan Penandatanganan Perjanjian Program Bantuan Dana Hibah TA. 2023 dari Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang terbukti merupakan penipuan dan sudah merugikan Aparat Desa di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.

Isi Undangan tersebut disebutkan dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas desa, maka akan diadakan Rapat Koordinasi sekaligus penetapan calon penerima Bantuan Dana Hibah TA. 2023 yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 15 Maret 2023 bertempat di Hotel Mercure Denpasar Bali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Tengah Aryawan menyatakan bahwa benar telah terjadi penipuan dengan menggunakan modus pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Penetapan Calon Penerima Program Bantuan Dana Hibah yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Pelaku penipuan mengirimkan surat undangan palsu terkait rapat koordinasi yang ditandatangani oleh Sesditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan. Surat palsu tersebut kemudian dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp kepada Aparat Desa di Kabupaten Katingan. Pelaku penipuan dalam aksinya berpura-pura selaku panitia dari kementerian dan ada juga yang mengaku sebagai Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit di Kalteng Terus Naik

Aryawan menambahkan agar Aparatur Desa lebih berhati-hati lagi apabila ada pihak yang mengatasnamakan kementerian/lembaga atau pejabat provinsi baik menyangkut program, kegiatan, bantuan dana hibah, apalagi yang meminta kontribusi dengan nominal tertentu.

“Diimbau Aparatur Desa agar berhati-hati dengan berbagai modus yang berkedok dan mengatasnamakan suatu lembaga dalam melakukan aksinya, apalagi yang sifatnya memberikan iming-iming sejumlah nominal tertentu bahkan sampai meminta kontribusi berupa uang kepada Aparatur Desa, sebutnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah Agus Siswadi meminta kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap segala macam bentuk informasi yang belum jelas kebenarannya.

Segera minta informasi kepada instansi teknis dan juga ke Diskominfo setempat, jika informasi yang diterima diragukan kebenarannya. Di era digital serta kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini, modus penipuan semakin mudah dilakukan.

“Dengan kecanggihan aplikasi dan software editing yang ada saat ini, pelaku penipuan begitu mudah memalsukan dokumen ataupun surat sehingga tampak seperti dokumen asli. Oleh karena itu sebelum bertindak lebih jauh, alangkah lebih baik melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada instansi teknis terkait,” tandasnya.(drt/KPO-1)

Iklan
Iklan