BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mulai melakukan penelusuran terhadap ratusan lulusan Sekolah Dasar (SD) sederajat yang hingga kini belum teridentifikasi melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Berdasarkan data Disdik Kota Banjarmasin, jumlah lulusan SD sederajat pada 2026 mencapai 9.572 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.251 siswa telah tercatat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP sederajat. Sementara itu, masih terdapat 321 lulusan yang belum diketahui keberlanjutan pendidikannya.
Ribuan siswa yang telah melanjutkan pendidikan tersebut terdiri dari 6.364 orang diterima di SMP negeri, 964 siswa masuk SMP swasta, serta 1.923 siswa memilih melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs). Adapun data mengenai 321 lulusan lainnya masih terus ditelusuri agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Banjarmasin, Ariffian Noor Subhani menegaskan, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan para siswa tersebut putus sekolah.
Menurutnya, masih banyak kemungkinan yang menyebabkan mereka belum tercatat dalam sistem pendataan Disdik.
Ia menjelaskan, sebagian lulusan dimungkinkan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, sekolah di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, maupun daerah lain di luar Kalsel, bahkan hingga Pulau Jawa.
Karena itu, proses penelusuran perlu dilakukan secara menyeluruh agar data yang dimiliki pemerintah benar-benar valid.
“Sebanyak 321 lulusan itu bisa saja masuk ponpes atau SMP sederajat di luar daerah seperti Banjar, Batola, bahkan Pulau Jawa,” ujar Ariffian.
Menurutnya, yang menjadi fokus utama Disdik bukan sekadar memastikan keberadaan data administrasi, melainkan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh haknya untuk melanjutkan pendidikan. Oleh sebab itu, penguatan sistem pelacakan lulusan akan menjadi salah satu prioritas pada tahun mendatang.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, mulai tahun depan Disdik Kota Banjarmasin akan memperkuat sistem identifikasi dan pelacakan lulusan SD agar seluruh siswa dapat dipantau hingga benar-benar melanjutkan pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Disdik Kota Banjarmasin, Arif Rahman Prasetyo, mengatakan pendataan terhadap ratusan lulusan tersebut masih terus berlangsung. Pihaknya berupaya menelusuri satu per satu keberadaan para siswa agar diketahui sekolah tujuan mereka.
Ia mengakui proses tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pasalnya, data yang akurat sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pendidikan, sekaligus mengukur keberhasilan program wajib belajar di Kota Banjarmasin.
“Kami ingin mengetahui mereka melanjutkan sekolah ke mana agar datanya bisa dipetakan dengan lebih akurat,” jelas Arif.
Untuk mempercepat proses pendataan, Disdik akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama melalui data Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Integrasi data lintas instansi dinilai penting agar tidak ada lulusan yang luput dari pemantauan.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap seluruh lulusan SD di Kota Banjarmasin dapat terpetakan dengan baik. Selain mencegah potensi anak putus sekolah, langkah ini juga diharapkan mampu memastikan setiap anak tetap memiliki akses terhadap pendidikan yang layak, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh hak belajar. (nug/KPO-4)















