Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
EkonomiKalsel

Ekspor Belut Hidup Kalsel Tembus Rp10,14 Miliar, Melonjak Lima Kali Lipat

×

Ekspor Belut Hidup Kalsel Tembus Rp10,14 Miliar, Melonjak Lima Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0042

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Belut hidup asal Kalimantan Selatan semakin diminati pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor komoditas perikanan tersebut mencapai Rp10,14 miliar, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan capaian sepanjang 2025.

Berdasarkan data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, selama tujuh bulan pertama tahun ini telah dilakukan 72 kali pengiriman belut hidup ke Tiongkok dengan total 1,4 juta ekor atau setara 205,6 ton. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 hanya tercatat 17 kali pengiriman dengan nilai ekspor Rp1,92 miliar.

Kalimantan Post

Peningkatan ekspor ini didorong oleh hadirnya layanan penerbangan kargo langsung dari Banjarmasin ke Tiongkok. Jalur tersebut memangkas waktu pengiriman yang sebelumnya harus melalui Jakarta atau Surabaya sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien.

“Kini rantai logistik menjadi lebih pendek sehingga kualitas belut lebih terjaga karena waktu tempuh lebih singkat,” kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, Erwin A.M. Dabukke, dalam Go Ekspor Barantin Web Series Episode 3, Rabu (29/7).

Di sisi lain, Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan setiap belut hidup yang akan diekspor wajib melalui pemeriksaan kesehatan serta dipastikan bebas dari hama dan penyakit ikan sesuai persyaratan negara tujuan.

“Ini bukan hanya memenuhi ketentuan negara tujuan, tetapi juga menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Sugeng Sudiarto.

Selain melakukan pengawasan, Barantin juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari pengurusan dokumen ekspor, pemeriksaan media pembawa, hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat sekaligus mempermudah proses ekspor.

Kepala PPSDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra, mengatakan edukasi kepada pelaku usaha terus diperkuat agar semakin banyak pelaku UMKM mampu menembus pasar global.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Kalsel di Atas Rata-Rata Nasional

“Kami ingin pelaku usaha di Kalimantan Selatan semakin memahami prosedur ekspor dan siap bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Erwin menegaskan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan instansi karantina menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk yang dipasarkan ke luar negeri.

“Jika kualitas terus terjaga, daya saing belut Kalimantan Selatan di pasar global akan semakin kuat,” katanya.

Barantin berharap tren positif ekspor belut hidup ini tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan rawa Kalimantan Selatan yang menjadi sentra penghasil belut. (Yul/KPO-1)

Iklan
Iklan