Penghuni rumah yang terbakar mengaku meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, untuk membeli jajanan kecil bersama anaknya di sebuah
warung yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
PALANGKA RAYA, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 36 bangunan rumah yang dihuni 46 Kepala
Keluarga (KK) dan 180 jiwa hangus terbakar di Jalan Ahmad Yani, Komplek Flamboyan Bawah, Kota Palangka Raya.
Korban kebakaran kemudian diungsikan mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kawasan Lapangan
Sanaman Mantikei.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan tidak semua warga yang terdampak kebakran
mengungsi di GOR KONI.
“Sebagian sudah ada yang tinggal bersama sanak keluarganya sedangkan yang tidak ada sanak keluarganya terpaksa harus tinggal di
pengungsian sementara,” ujarnya, Rabu (2/8).
Heri mengatakan, pihaknya telah mendirikan dapur umum untuk memberikan konsumsi kepada warga terdampak kebakaran.
Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk para korban kebakaran di Komplek Flamboyan Bawah.
“Untuk dapur umum rencananya dibuka selama lima hari, sembari melihat situasi kondisi korban yang terdampak dari musibah tersebut,”
ucapnya.
Selain menyalurkan bantuan makanan dan minuman, masyarakat Kota Palangka Raya juga menyumbangkan pakaian layak pakai.
Tim yang dibantu para mahasiswa kemudian menyortir pakaian layak pakai tersebut.
Menurut Heri, tim medis juga sudah datang ke lokasi pengungsian untuk mengecek kesehatan warga yang tinggal sementara di pengungsian.
“Alhamdulillah semua warga yang menjadi korban terdampak kebakaran Flamboyan Bawah semuanya sehat, namun petugas kesehatan dari Dinas
Kesehatan Kota Palangka Raya selalu ada di lokasi pengungsian,” kata Heri Fauzi.
Sementara itu, Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Wakapolsek
Pahandut AKP Suharno menyimpulkan, penyebab kebakaran diduga berasal dari terjadinya korsleting listrik dari salah satu rumah warga
berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dugaan tersebut berdasarkan dari hasil pengumpulan keterangan sejumlah warga setempat dan beberapa barang bukti yang ditemukan oleh
Unit Inafis Polresta Palangka Raya pada sekitar TKP kebakaran.
“Dari lokasi bangunan rumah yang diduga sebagai sumber munculnya api, Unit Inafis Polresta Palangka Raya berhasil menemukan barang
bukti berupa rice cooker, kompor gas beserta selang regulator hingga abu dan arang bekas kebakaran,” katanya.
Penghuni rumah yang terbakar mengaku meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, untuk membeli jajanan kecil bersama anaknya di sebuah
warung yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Dari keterangan si pemilik rumah, pada saat ditinggalkan dalam keadaan kosong tempat penanak nasi elektronik miliknya dalam kondisi
hidup. Sedangkan kompor gas dan kipas angin listrik miliknya itu dalam keadaan tidak menyala,” bebernya.
Meskipun demikian, AKP Suharno menegaskan hal tersebut masih merupakan dugaan sementara.
“Tentunya kami pun masih menunggu hasil dari pemeriksaan terhadap beberapa barang bukti yang telah ditemukan dan penyelidikan lebih
lanjut dari Unit Inafis,” ungkap Suharno.(ant/K-4)















