Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor mengatakan untuk penanganan dan penurunan stunting, semua pihak harus berperan lebih aktif baik kader atau unsur dinas demi menyukseskan program yang ada
BANJARMASIN, KP – Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan memiliki tingkat pravelensi stunting tertinggi di Kota Banjarmasin dengan angka 11,52 persen atau berjumlah sebanyak 117 anak.
Selanjutnya adalah Kelurahan Perkapuran Laut Kecamatan Banjarmasin Tengah dengan angka prevalensi sebesar 7,66 persen atau berjumlah 34 anak.
Pada posisi ketiga ditempati Kelayan Barat Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan angka prevalensi sebesar 6,86 persen atau berjumlah sebanyak 36 anak.
Kepala Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banjarmasin, M Helfiannoor usai acara Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin (28/08/2023) mengatakan di Kota Banjarmasin terdapat 22 locust atau lokasi penanganan stunting, dengan jumlah anak yang ditangani stunting berjumlah 835 orang.
Menurutnya data ini bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil survei yang dilakukan kementrian pada bulan september atau oktober mendatang.
Dikatakannya Kota Banjarmasin memiliki target yang cukup berat untuk menurunkankan angka stunting dari 22 persen menjadi 15 persen pada tahun 2024 mendatang.
Sementara, Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor mengatakan untuk penanganan dan penurunan stunting, semua pihak harus berperan lebih aktif baik kader atau unsur dinas demi menyukseskan program yang ada.
Menurutnya Pemko Banjarmasin bakal membantu sekuat tenaga dan anggaran baik dari APBD, DAK (Dana Alokasi Khusus) hingga APBN.
Fokus utama penanganan stunting adalah pada wilayah dengan tingkat prevalensi tertinggi dahulu, yang selanjutnya pada angka yang terendah, sehingga pada akhirnya seluruh penanganan stunting bisa nol prevalensinya tutup Ariffin Noor. (Mar/K-3)















