Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
MartapuraTRI BANJAR

Haul Habib Ali, Jamaah Diajak Perbanyak Zikir

×

Haul Habib Ali, Jamaah Diajak Perbanyak Zikir

Sebarkan artikel ini
Hal 16 4 KLm Martapura Hadiri haul
HADIRI HAUL - Haul ke 28 Habib Ali dihadiri Wakil Bupati Said Idrus.(KP/Wawan)

Martapura, KP – Peringatan Haul ke 28 Habib Ali bin Hasan Al Habsyie berlangsung khidmat, dihadiri Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyie, para Kepala SKPD, habaib, tokoh ulama dan ribuan jamaah, di kediaman Jalan A Yani, Kelurahan Jawa, Martapura, Sabtu (2/9) malam.

Pelaksanaan Haul diawali pembacaan Maulid Simtud Durar, dilanjutkan lantunan ayat suci Al Quran, zikir, tahlil dan diakhiri doa.

Kalimantan Post

Habib Umar Al Habsyie selaku perwakilan keluarga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta membantu pelaksanaan Haul, sehingga berjalan sukses dan lancar. Juga kepada jamaah yang berkenan hadir pada peringatan tersebut.

Dalam tausiahnya Habib Hasan bin Thahir Alaydrus dari Tarim Hadramaut mengemukakan tentang amalan zikir yang dilakukan ulama salafus saleh. Dia mengajak jamaah senantiasa melazimkan zikir setiap hari minimal 320 kali.

”Orang yang mengamalkan zikir setiap hari minimal 320 kali akan digolongkan Allah sebagai ahli zikir. Bahkan ulama besar setiap harinya bisa mengamalkan zikir 12 ribu hingga 120 ribu kali. Ini merupakan amalan besar yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Habib Ali bin Hasan Al Habsyie, lanjutnya, seorang ahli zikir yang membuat beliau dekat dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Peringatan Haul ini menurutnya juga salah satu cara mengirimkan doa dan balas jasa anak-anak untuk mengenang dan meneladani perilaku almarhum.

Dalam pembacaan manaqib oleh Habib Abdullah bin Hamid Al Habsyie diceritakan, Habib Ali lahir di Hadramaut 1894. Semenjak kecil sudah dibekali ilmu-ilmu agama dan pernah belajar di Rubath Tarim asuhan Habib Abdullah bin Umar Assyatiri.

Habib Ali adalah sepupu Habib Zein Al Habsyie yang merupakan ayah angkat Guru Zaini (Guru Sekumpul). Sebagai ulama sepuh kala itu, Habib Ali mendukung dan selalu menghadiri majelis Guru Zaini, baik di Keraton maupun Sekumpul serta majelis ulama-ulama besar Martapura.

Baca Juga :  Banjar Tekankan Kepatuhan Lingkungan Pelaku Usaha MBLB

”Ada cerita menarik tatkala Habib Ali wafat pada 1996, sudah tersedia perlengkapan pakaian dan peralatan untuk dimandikan dan dikuburkan. Habib Ali tidak mau merepotkan anak dan cucunya. Bahkan beliau berwasiat sebelum di semayamkan di liang lahat, sudah harus dibayarkan untuk upah penggali kubur, sehingga tidak dianggap hutang nantinya,” pungkasnya. (Wan/K-3)

Iklan
Iklan