PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Badan Pusat Statiatik (BPS) Kalimantan Tengah, Kamis (5/2/2026) menggelar rilis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 mengalami tren positif dengan capaian sebesar 4,80 persen.
“Ekonomi Kalteng pada 2025 tumbuh 4,80 persen,” ungkap Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti.
Pertumbuhan tersebut ditinjau dari dua sisi utama, yakni produksi dan pengeluaran. Dari sisi produksi, Agnes menyebutkan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,91 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi motor penggerak dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 10,67 persen,” tambahnya.
“Dan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi motor penggerak dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 10,67 persen,” tambahnya.
Secara lebih spesifik, Agnes membeberkan, ekonomi Kalteng pada triwulan IV-2025 jika dibandingkan dengan triwulan IV-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,79 persen.
Pada periode itu, Jasa Keuangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, dari sisi produksi sebesar 12,19 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh signifikan sebesar 16,18 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,18 persen,” ujarnya.
Peningkatan juga terlihat pada perbandingan triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 yang tumbuh sebesar 7,70 persen (q-to-q).
Dari sisi produksi, kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 36,42 persen.
Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh tertinggi sebesar 18,10 persen. Dalam lingkup regional, struktur ekonomi pulau Kalimantan secara spasial pada tahun 2025 masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi sebesar 46,31 persen.
Adapun Kalteng menempati posisi keempat dalam peta kontribusi ekonomi di tanah Borneo.
“Provinsi Kalteng berada di urutan keempat dengan kontribusi sebesar 12,56 persen,” papar Agnes.
BPS juga merilis angka kemiskinan yang mengalami penurunan, dan angka pengangguran turun dibandingkan 2024 lalu. (drt/KPO-4).















