JAKARTA, Kalimantanpost.com – CIMB Niaga menutup tahun buku 2025 dengan kinerja solid di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Bank swasta nasional tersebut membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun, mempertegas konsistensi pertumbuhan dan daya saingnya di industri perbankan Indonesia.
Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan strategi ekspansi yang selektif dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang disiplin.
Penguatan juga terlihat pada struktur pendanaan. Dana murah atau current account savings account (CASA) meningkat signifikan 10,1 persen yoy menjadi Rp189,5 triliun. Kenaikan CASA tersebut menunjukkan keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan dana berbasis transaksi dan tabungan, sekaligus memperkuat likuiditas serta efisiensi biaya dana.
Kinerja positif sepanjang 2025 ini mengukuhkan posisi CIMB Niaga sebagai salah satu pemain utama di sektor perbankan nasional. Pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bertumpu pada ekspansi kredit, tetapi juga didukung transformasi digital dan penguatan layanan berbasis kebutuhan nasabah ritel maupun korporasi.
Di sisi lain, CIMB Niaga terus mempertegas komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan. Hingga akhir 2025, pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan mencapai Rp59,5 triliun atau setara 25 persen dari total pembiayaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.
Inisiatif keberlanjutan tersebut mencakup pembiayaan pada sektor-sektor yang mendukung transisi energi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta program yang memberikan dampak sosial langsung bagi masyarakat. Pendekatan terintegrasi antara kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha perseroan.
Dengan capaian tersebut, CIMB Niaga optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang, seiring pemulihan ekonomi yang berlanjut dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor strategis.(nau/KPO-1)















