BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Acara cukup sederhana dan khidmat di acara peringatan HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026 dan dilanjutkan buka puasa bersama yang berlangsung di Hotel Zuri Express Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026).
Acara puncak berupa pemotongan tumpeng oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalimantan Selatan H Sadin Sasau didamping Sekretaris Umum KSPSI M Rizali Yani, SHut, MM yang diserahkan ke Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel
Irfan Sayuti.
Selanjutnya nasi tumpeng ke perwakilan BIN-da Kalsel, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari dan tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel
Irfan Sayuti mengatakan di usia ke-53 KSPSI ini diharapkan menjadi titik tolak kebersamaan mendampingi para pekerja sesuai dengan wewenang masing-masing.
“Kami mengharapkan dengan semakin bertambah usia KSPSI yang lebih setengah abad ini tentu akan semakin menjamin kiprah terhadap para pekerja, khususnya anggotanya, buruh yang menjadi anggotanya maupun mitranya, khususnya jajaran pemerintahan,” paparnya.
Irfan yakin berdasarkan hubungan yang baik yang dibangun selama ini akan semakin memperkokoh hubungan kerjasama dan kemitraan mereka.
“Hubungan, kami semakin baik sekali. Makanya akan semakin memperkokoh dengan bertambahnya usia SPSI dan kita saling mengisi dan mencari solusi dalam rangka kemajuan dan masalah-masalah ketenagakerjaan,” ucapnya.
Ketua KSPSI Kalimantan Selatan Hj Sadin Sasau didamping Sekretaris Umum KSPSI M Rizali Yani, SHut, MM mengungkapkan sekarang ini para pekerja sekarang punya wadah tidak seperti dulu lagi
“Sekarang kami ada wadah khusus yaitu kumpulan semua serikat pekerja untuk menyelesaikan permasalahan perburuhan di Kalsel,” ucapnya
Sadin juga mengungkapkan semua instansi yang berada di Kalimantan Selatan mendukung KSPSI dalam menjalankan tugas organisasi, sehingga keamanan tetap terjaga.
“Terkait masalah THR, kalau di Kalsel ini kategorikan cukup aman karena tidak ada pengusaha yang ‘keterlaluan’, mereka menghormati membayar sebelum lebaran,”‘ pungkasnya. (ful/KPO-3)















