Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

PT Pegadaian Apresiasi Bank Sampah Banjarmasin, Dorong Program Tabungan Emas dari Sampah

×

PT Pegadaian Apresiasi Bank Sampah Banjarmasin, Dorong Program Tabungan Emas dari Sampah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260311 WA0039 scaled e1773236161534
PT Pegadaian Menyerahkan Bingkisan Ramadan Kepada Bank Sampah Induk Banjarmasin, Rabu (11/03/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – PT Pegadaian menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat dengan menyerahkan bingkisan Ramadhan kepada Bank Sampah Induk Banjarmasin. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan HKSN, Banjarmasin, Rabu (11/3/2026).

Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Banjarmasin. Dalam kegiatan tersebut, ia turut didampingi Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Banjarmasin, Fahri Mokoagow.

Kalimantan Post

Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap peran Bank Sampah Induk Banjarmasin yang selama ini aktif dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah dinilai memiliki kontribusi penting dalam mengedukasi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan Budiman menilai bahwa saat ini terjadi perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Jika sebelumnya sampah hanya dikumpulkan dan dibuang, kini mulai dikelola melalui proses pemilahan dan pengolahan sehingga memiliki nilai manfaat.

“Di era sekarang ini ada perubahan pemahaman berkaitan dengan sampah yang dulunya hanya dikumpulkan lalu dibuang, sekarang sampah dikumpulkan, dipilah, dan diolah sehingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi sangat penting sebagai tempat penampungan hasil pemilahan dan pengolahan sampah dari masyarakat. Melalui sistem tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri terus mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini menempatkan sampah sebagai bagian dari siklus ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah program Gerakan Menabung Sampah Menjadi Emas (Gemas). Melalui program ini, sampah yang telah dipilah dapat ditabung dan dikonversikan menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan Pegadaian.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Buka Puasa Bersama Keluarga Besar H Supian HK

“Melalui program Gemas ini, sampah yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan dan bahkan ditabung menjadi emas melalui kerja sama dengan Pegadaian, jadi peran bank sampah sangat penting sebagai mitra masyarakat dalam menerima sampah yang sudah dipilah maupun diolah,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama antara bank sampah dan Pegadaian dapat terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Kota Banjarmasin.

“Kerja sama ini perlu kita perluas, tidak hanya beberapa bank sampah saja, tetapi seluruh bank sampah yang ada di Kota Banjarmasin, dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.

Selain memperkuat jaringan bank sampah, pemerintah daerah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah melalui program Agen 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga. Dengan demikian, sampah yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan atau disalurkan ke bank sampah.

“Agen 3R ini bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah, ketika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah, maka hasilnya bisa kembali ke bank sampah dan memberikan nilai ekonomi,” jelas Ikhsan.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Banjarmasin Fahri Mokoagow mengatakan bahwa kerja sama antara Pegadaian dan bank sampah di Banjarmasin sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2018.

Ia menyebutkan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program nasional Pegadaian yang bertujuan mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi.

“Pegadaian memang bermitra dengan bank sampah sejak 2018, khususnya yang ada di Kota Banjarmasin, ini merupakan program nasional kami sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya memberikan nilai ekonomi dari sampah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sentuhan Ramadan, Polsek Banjarmasin Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil

Fahri menilai program Gerakan Menabung Sampah Menjadi Emas yang diinisiasi Pemerintah Kota Banjarmasin sangat sejalan dengan program Pegadaian dalam mengembangkan ekosistem ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.

Saat ini, Pegadaian telah menjalin kerja sama dengan empat bank sampah di Kota Banjarmasin. Ke depan, jumlah tersebut diharapkan dapat terus bertambah seiring dengan rencana perluasan kerja sama yang tengah disiapkan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di perkotaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sistem tabungan emas dari hasil pengelolaan sampah.

Fahri menambahkan bahwa Pegadaian bersama Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Wali Kota Banjarmasin.

Setelah penandatanganan MoU, kerja sama tersebut akan dilanjutkan dengan perjanjian operasional bersama bank-bank sampah di Kota Banjarmasin agar program dapat berjalan lebih luas dan optimal.

“Ke depan kami akan melakukan MoU terlebih dahulu dengan Bapak Wali Kota, kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama operasional dengan bank-bank sampah yang ada, sehingga program ini bisa berjalan lebih luas dan optimal,” pungkasnya. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan