Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Fakta Buruk Dunia Pendidikan Saat Ini

×

Fakta Buruk Dunia Pendidikan Saat Ini

Sebarkan artikel ini

Oleh : Hikmah, S.Pd
Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Generasi

Viral di medsos seorang guru SMK dikeroyok murid di Jambi. Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra adu jotos dengan siswanya hingga video yang memuat aksi mereka viral di media sosial. Tak berhenti di situ, Agus Saputra melaporkan adu jotos itu ke Polda Jambi sebagai penganiayaan. (news.detik.com, 17/01/2026)

Kalimantan Post

Kronologi kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus, Rabu (14/1/2026), dilansir dari detikSumbagsel.

Sedangkan menurut siswa, guru tersebut “sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin,” ujar MUF.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengatakan peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana dijamin dalam Konstitusi dan UU Perlindungan Anak

Fakta di atas hanya satu dari sekian banyak permasalahan di dunia pendidikan di negeri ini, masih banyak lagi permasalahan yang tidak bisa disebutkan satu persatu atau bahkan disembunyikan untuk menutupi aib dunia pendidikan kita.

Dari peristiwa di salah satu sekolah di Jambi tersebut ada dua sisi yang perlu dicermati pertama guru dikeroyok oleh murid-muridnya dan murid dihina oleh gurunya yang bisa jadi kurang tepat dalam menyampaikan kata-kata motivasi. Hal ini merupakan salah satu cerminan bahwa sistem pendidikan hari ini telah kehilangan nilai-nilai Islam.

Kasus guru dikeroyok murid bukan sekadar konflik personal atau emosi sesaat. Ini adalah problem serius dari dunia pendidikan yang sedang tidak baik-baik saja. Relasi guru–murid yang semestinya dibangun diatas penghormatan dan keteladanan justru berubah menjadi relasi penuh ketegangan, bahkan kekerasan.

Baca Juga :  Lesunya Pertanian dan Perkebunan: Warga Terdampak Bencana Sumatera Kesulitan Pekerjaan

Di satu sisi, murid bertindak tidak sopan, kasar, dan kehilangan batas adab. Di sisi lain, tak dapat dipungkiri ada pula guru yang kerap menghina, merendahkan, atau melabeli murid dengan kata-kata yang melukai psikologis. Kedua pihak akhirnya terjebak dalam lingkaran konflik yang berujung pada kekerasan.

Inilah buah pendidikan sistem sekuler kapitalis yang menjauhkan dan memisahkan Islam dari kehidupan. Dan itulah akar segala permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini. Sehingga akar tersebutlah yang harus dicabut dan dihancurkan serta harus diganti dengan sistem yang benar yang bersumber dari pencipta manusia dan alam semesta ini.

Islam memandang pendidikan bukan sekadar mencetak orang pintar, tetapi membentuk manusia beradab. Rasulullah saw bersabda bahwa tujuan utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak. Seharusnya mencontoh bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya dalam mencetak generasi menjadi manusia yang beradab dan berakhlak mulia.

Dalam sistem pendidikan Islam adab didahulukan sebelum ilmu. Dengan adablah ilmu menjadi berkah dan bermanfaat bagi manusia lain dan bagi alam semesta.

Murid dididik untuk memuliakan guru (ta’dzim), sementara guru diwajibkan mendidik dengan kasih sayang, bukan hinaan. Guru adalah figur yang menjadi teladan bagi murid-muridnya, bukan sekadar pengajar yang hanya transfer ilmu belaka.

Negara memastikan kurikulum berlandaskan akidah Islam. Setiap mata pelajaran diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam, bukan sekadar kompetensi pasar.

Dengan penerapan Islam secara kaffah menjadikan dunia Islam menjadi mercusuar peradaban seluruh dunia dan Islam sebagai Rahmat bagi seluruh alam terwujud, ini telah terbukti nyata selama belasan abad.

Lebih dari itu, menerapkan Islam secara kafah Adalah sebagai bukti keimanan kaum muslimin kepada Penciptanya. Mari segera kita perjuangkan kembalinya sistem Islam tegak kembali di muka bumi ini. Wallahu a’lam.

Iklan
Iklan