Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

MANUSIA MENERIMA HASIL USAHANYA

×

MANUSIA MENERIMA HASIL USAHANYA

Sebarkan artikel ini
AHDIAT GAZALI RAHMAN
H. AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Setiap manusia normal pasti berusaha, untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai mahkluk hidup, usaha itu dilaksanakan dengan dua kekuatan atau menggunakan dua kategori, yakni bekerja menggunakan tenaga (labore) dan menggunakan pikiran (skill) dalam bahasa umum disebut menggunakan otot dan otak. Manusia pasti akan menggunakan dua cara, yakni cara yang baik sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan usaha yang jahat yang bertentangan dengan aturan. Usaha yang sesuai dengan dengan aturan biasa dikenal dengan usaha formal, sedangkan usaha diluar itu biasa dikatakan usaha non legal, atau tidak sesuai dengan hukum, seperti mengerjakan usaha yang bertentangan dengan aturan agama, Negara dan budaya. Mereka yang melakukan usaha formal berharap benar agar usaha mereka terkenal dan menjadi harapan semua manusia lain agar dapat memberikan hasil pada usaha mereka, dan berlaku Sebaliknya bagi mereka yang berusaha dengan menggunakan cara yang bertentangan dengan aturan ilegal, apakah aturan Negara atau agama, selalu berusaha melindungi usaha mereka agar tidak dapat diketahui orang banyak, namun mereka ingin mendapatkan hasil.

Kalimantan Post

Islam sebagai agama sebagai komprehenship (terlengkap) dalam mengatur kehidupan menganutnya sejak mau tidur hingga bangun tidur, sejak lahir hngga meninggal dunia, sejak memcari kerja hingga purna kerja Islam menganur bagaimana seharusnya melakukan itu semua agar sejalan dengan agama, sejak mau mau tidur menjajar membersihkan diri hingga berdoa kepada pencipta, Allah SWT, manusia sejak lahir diberi nama dengan cara tasmiyah, dan ketika meninggalkan dimandikan, dikafankan, disholatkan dikuburkan. Dalam bekerja, umat Islam diharapkan berkerja yang sejalan dengan agama, jangan menjual yang bertentangan dengan agama, misalnya menjual makanan yang memabukkan, ketika masuk dunia kerja dengan menyogok hingga melanggar hokum Negara, dan banyak lagi perbuatan yang tidak baik dilakukan oleh manusia, karena apa yang dilakukan oleh manusia dalam berusaha pasti, kelak diterimanya baik atau buruk usaha yang dilakukan dalam mencari rezeki untuk hidup, hal ini sebagaimana firman Allah SWT, “Siapa yang mengerjakan amal saleh, itu untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat keburukan, itu akan menimpa dirinya sendiri. Kemudian, hanya kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan”. (QS. Al Jasiah : 15). Hal ini jelas bagi orang melakukan kejahatan dalam mencari rezeki, dalam berusaha akan mendapatkan hasilnya di akhirat kelak. Hal ini juga sejalan dengan firmanNya, “Setiap orang bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya”. (QS. Al Muddasir : 38). Maka dari itu hendaklah ketika melakukan pekerjaan lebih-lebih pekerjaan akan mendatangkan rezeki untuk dikonsumsi, alangkah eloknya menggunakan cara halal, baik dan tidak bertentangan dengan agama, sebab apapun yang dikerjakan pasti akan dipertanggungjawab kelak di akhirat, dan semua tidak akan terlepas dari catatan malaikat yang selalu mendampingi dalam kehidupan ini.

Baca Juga :  Aset atau Komoditas di Era Kebocoran yang Dainggap Biasa
Iklan
Iklan