BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Hingga akhir Februari 2026, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan tren positif dalam mendukung pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi
Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel), Catur Ariyanto Widodo, Senin (30/3/2026) mengungkapkan, total penyaluran KUR sebesar Rp863,99 miliar atau 16,76 persen dari target Rp5,15 triliun yang disalurkan kepada 12.546 debitur.
“KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp836,63 miliar (96,83 persen) dan Syariah sebesar Rp27,35 miliar (3,17 persen,” jelasnya.
Ditambahkan Catur, secara Nlnasional, Kalsel berada pada peringkat 17 dan peringkat ke-5 se-Kalimantan.
Dia juga mengungkapkan, sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp307,28 miliar (35,57 persen
kepada 5.609 debitur dan skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp572,29 miliar (66,24 persen) kepada 11.436 debitur.
Sementara itu, Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp151,27 miliar kepada 1.833 debitur disusul oleh Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp117,28 miliar kepada 1.180 debitur dan Kabupaten Banjar
sebesar Rp91,87 miliar kepada 1.469 debitur.
Selanjutnya, kata Catur, BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp571,57 miliar
kepada 10.844 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp104,05 miliar kepada 885 debitur. Lalu, BNI sebesar Rp92,48 miliar kepada 269 debitur.
Sementara itu, total penyaluran pembiayaan UMi di Kalsel sebesar Rp5,38 miliar kepada 997 debitur. UMi disalurkan secara
Konvensional sebesar Rp2,03 miliar (37,73 persen) dan Syariah Rp3,35 miliar (62,27 persen
“Kalsel menempati posisi ke-28 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi
mencapai peringkat ke-3 se-Kalimantan,” jelasnya.
Ditambahkan Catur, penyaluran pembiayaan UMi di Kalsel telah dilakukan oleh empat LKBB penyalur, tertinggi yaitu PNM Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp0,95 miliar kepada 164 debitur.
Disusul oleh Kabupaten Banjar sebesar Rp0,79 miliar kepada 150 debitur dan Hulu Sungai Tengah (HST) sebesar Rp0,63 miliar kepada 107 debitur.
“Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 94,00 persen dan skema
kelompok menjadi skema terbesar penyalurannya dengan porsi 93,34 persen,” tandasnya.
Untuk PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp3,35 miliar
kepada 594 debitur.
“Sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Selatan, DJPb Kalsel telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama seluruh
Lembaga Penyalur guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran,” ujar Catur.
Ke depan, lanjut dia, upaya komitmen tersebut terus berlanjut dalam memperkuat sinergi dan melakukan
berbagai upaya pengawalan agar tren positif yang terlihat di wilayah seperti Banjarmasin dapat terus
dipertahankan dan diikuti oleh wilayah lainnya.
“Hal ini diharapkan mampu mendorong akselerasi
permodalan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat
Kalimantan Selatan,” pungkas Catur. (ful/KPO-3)















