Banjarmasin, KP – Warga Teluk Tiram menyampaikan rasa bangga dan lega setelah berbagai keluhan mereka mendapat respons langsung dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Gerindra Kota Banjaramsin, Hj Neli Lestriani, Sabtu (4/4/2026) siang.
Dalam reses yang digelar di Gang Perdamaian RT 08 RW 02, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat itu, aspirasi warga didominasi persoalan infrastruktur dasar, mulai dari tiang listrik yang dinilai membahayakan, jalan berlubang dan kerap tergenang banjir, hingga distribusi air bersih yang hanya mengalir pada malam hari.
“Keluhan kami langsung ditanggapi dan dijelaskan solusinya. Ini yang membuat kami senang,” ujar Norman, salah satu warga peserta reses, didampingi Sani.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin ini menegaskan, seluruh aspirasi warga menjadi catatan prioritas untuk segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Khusus tiang listrik yang berdiri di titik rawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar dilakukan pemindahan demi keselamatan warga.
Untuk persoalan jalan rusak dan genangan banjir, Neli memastikan akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan dinas teknis agar penanganan dapat dilakukan bertahap sesuai skala prioritas.
Sementara itu, persoalan air bersih turut mendapat perhatian serius. Warga mengeluhkan distribusi air ledeng yang hanya hidup pada malam hari, sehingga mereka harus menampung air untuk kebutuhan siang hari.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, H Zulbadli, yang hadir mendampingi reses, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei sebelumnya. Hasilnya, ditemukan sejumlah pipa lama berdiameter kecil yang memengaruhi tekanan dan kelancaran aliran air.
“Atas nama PT AM kami mohon maaf belum bisa melayani air 24 jam. Kondisi jaringan pipa lama menjadi kendala utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbaikan akan dilakukan melalui pemasangan pipa berdiameter 800 milimeter serta pembangunan mini treatment plant berteknologi membran untuk memperkuat suplai dari sisi belakang jaringan. Pekerjaan ini akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR agar tidak terjadi tumpang tindih, terutama jika penggantian pipa berdampak pada pembongkaran jalan.
Wilayah ujung jaringan distribusi seperti Telawang, Teluk Tiram, Kuin Cerucuk, dan Resap menjadi prioritas perbaikan karena selama ini mengalami tekanan air paling lemah. PT AM menargetkan perbaikan fisik jaringan berjalan sepanjang 2026, dengan manfaat layanan yang diharapkan mulai dirasakan masyarakat paling lambat Desember 2026 sudah teratasi sesuai harapan masyarakat. (nau/K-5)















