RANTAU, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial bersama Tim Penggerak PKK Tapin menyalurkan bantuan sosial berupa telur kepada anak-anak terindikasi stunting di Kecamatan Candi Laras Utara (CLU) dan Candi Laras Selatan, Selasa (7/4/2026), di Aula Kantor Camat Candi Laras Utara.
Program ini menjadi bagian dari Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) 2026.
Kegiatan tersebut langsung dihadiri Wakil Ketua TP PKK Tapin, Hj Elya Hartati Juanda dengan didampingi Kabid Linjamsos Dinas Sosial Isnaniah, Plt Dinas Kependudukan Dan KB Mastika Murni serta Plt Camat CLU Alamsyah dan Camat CLS Rusmiati serta jajaran Tim penggerak PKK Tapin dan Kec CLU dan CLS.
Wakil Ketua PKK Tapin Hj Elya Hartati Juanda menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak di wilayah tersebut.
“Bantuan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk anak yang membutuhkan, sehingga pertumbuhan mereka optimal dan terhindar dari stunting,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Menurutnya, intervensi gizi seperti pemberian telur menjadi langkah konkret dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tapin, Isnaniah mengungkapkan, total bantuan yang disalurkan mencapai ribuan butir telur untuk ratusan anak penerima manfaat.
“Untuk Kecamatan Candi Laras Utara, bantuan diberikan kepada 76 anak dengan total 4.560 butir telur. Sedangkan di Candi Laras Selatan, sebanyak 45 anak menerima 2.700 butir telur, “sebutnya.
Setiap anak memperoleh 60 butir telur sebagai tambahan asupan protein.
“Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi,” jelas Isnaniah.
Sementara Plt Camat Candi Laras Utara, Alamsyah, menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi kesehatan anak di wilayahnya. Ia memastikan bantuan telah disalurkan kepada penerima yang tepat.
“Harapannya, dengan dukungan ini dan pendampingan tenaga kesehatan, angka stunting di Candi Laras Utara bisa terus menurun,” katanya.
Program ini menjadi salah satu strategi intervensi langsung pemerintah daerah dalam meningkatkan gizi anak, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan prevalensi stunting di Kabupaten Tapin.(abd/KPO-4).















