Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinEkonomi

Inflasi Mengintai, Pemko Banjarmasin Intensifkan Monitoring Harga Bahan Pokok

×

Inflasi Mengintai, Pemko Banjarmasin Intensifkan Monitoring Harga Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini
IMG 20260414 WA0048 scaled
MONITORING - Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok. (Kalimantanpost.com/repro humas Banjarmasin).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan melakukan monitoring langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, dengan menyasar sejumlah titik distribusi.

Kalimantan Post

Monitoring dilakukan di Pasar Tradisional Kalindo serta gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih. Turut hadir Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan jajaran perangkat daerah terkait.

Langkah ini bertujuan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman di pasaran sekaligus memantau pergerakan harga agar tetap terkendali.

Dari hasil pemantauan di Pasar Kalindo, Dolly Syahbana mengungkapkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.

“Beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras, sementara telur turun, minyak goreng relatif stabil, dan beberapa jenis cabai mulai menurun meski masih tergolong tinggi,” jelasnya.

Selain pasar, rombongan juga meninjau gudang distributor di kawasan Basirih, salah satunya di PT Agro Bogo Utama Banjarmasin, yang menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan pangan.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa distribusi bahan pokok dari gudang tersebut tidak hanya untuk Banjarmasin, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Martapura, Banjarbaru, Pelaihari hingga Kapuas.

Menurut Dolly Syahbana, hal ini menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil di berbagai wilayah.

Ia juga menyoroti kondisi inflasi Kota Banjarmasin yang saat ini berada pada posisi kedua tertinggi di Kalimantan Selatan, sehingga perlu perhatian serius.

“Melalui monitoring ini, kita bisa melihat langsung perkembangan harga di lapangan dan dampaknya terhadap inflasi, sehingga langkah pengendalian bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan beberapa komoditas lokal seperti ikan haruan juga menjadi perhatian karena mulai sulit ditemukan di pasaran.

Baca Juga :  Mulai Jumat, ASN Banjarmasin Terapkan WFH, Pelayanan Tetap Jadi Prioritas

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui TPID memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala serta menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan