BANJARMASIN, Kalimantanpost.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan gagal mencapai Gedung DPRD Provinsi, Jumat (17/4/2026) sore.
Massa tertahan di Jalan Jenderal Sudirman dan diminta mengubah rute perjalanan.
Ketua BEM Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sulta Adam Banjarmasin Rizky mengatakan, perubahan jalur dinilai bertentangan dengan hasil konsolidasi yang telah menetapkan rute aksi dari Siring Nol Kilometer menuju DPRD.
“Kami hanya ingin lewat untuk menyampaikan aspirasi, tapi diarahkan mengubah rute,” ujarnya.
Aspirasi yang dibawa mencakup penegakan hukum tanpa tebang pilih, dugaan tambang ilegal dan mafia tanah, isu lingkungan, pengawasan anggaran program Makan Bergizi Gratis, konflik lahan di Sidomulyo Banjarbaru, serta dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Kiki menyebut, ini pertama kalinya massa mahasiswa tidak dapat mencapai gedung dewan. Aliansi BEM berencana menggelar konsolidasi lanjutan untuk aksi berikutnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul R.K. Siregar menegaskan aparat tidak melarang aksi, namun mengatur jalur karena rute yang dilalui berada di sekitar Korem 101/Antasari.
“Dalam aturan, aksi di sekitar markas militer harus berjarak minimal 150 meter. Kami arahkan lewat jalur lain agar tetap sesuai ketentuan,” katanya.
Menurut dia, pembatasan berlaku saat kegiatan berbentuk aksi unjuk rasa, terlebih terdapat tuntutan yang menyinggung institusi militer.(Tim/KPO-1)















