BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Dalam rangka memperingati hari berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ke-96, jajaran pengurus PSSI Kalimantan Selatan melaksanakan ziarah ke taman makam pahlawan serta makam tokoh-tokoh sepak bola daerah, Minggu (19/4/2026).
Ketua PSSI Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi yang terus dijaga setiap peringatan hari jadi PSSI.
Menurutnya, arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bahwa “salam sepak bola jawabnya adalah tradisi. Oleh Karena itu menurutnya hal ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu.
“Ini adalah tradisi dari tahun ke tahun. Setiap memperingati hari berdirinya PSSI, kita berusaha bersama-sama melakukan ziarah ke taman makam pahlawan maupun makam tokoh olahraga, khususnya sepak bola,” ujarnya.
Hasnuryadi menambahkan, ziarah ini bertujuan untuk mendoakan serta mengenang jasa para tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan sepak bola di Kalimantan Selatan.
“Harapannya, kita yang masih hidup bisa meneruskan semangat, cinta, dan pengabdian mereka, terutama melalui sepak bola dan olahraga,” katanya.
Ia juga berharap kebersamaan yang terbangun dapat mendorong kemajuan sepak bola Indonesia ke depan.Diketahui, PSSI didirikan pada 19 April 1930, jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurut Hasnuryadi, hal ini juga menunjukkan bahwa PSSI sejak awal memiliki peran sebagai alat pemersatu bangsa.
“PSSI tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga harus menjadi organisasi yang mampu mempersatukan kita semua,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap tim nasional Indonesia semakin berprestasi dan PSSI terus menghadirkan program-program bermanfaat, terutama dalam pembinaan generasi muda.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, para pengurus dan peserta mengunjungi para makam sejumlah tokoh sepak bola Kalimantan Selatan baik dari mantan ketua pssi dan mantan pendiri Peseban Banjarmasin yang disambangi antara lain Djeppy, N. Hamil Carang, Anang Hasim, hingga Legenda Barito Putera yakni mantan penjaga gawang dan juga pelatih kiper, H. Ismairi, serta ditutup dengan ziarah ke makam H. Abdussamad Sulaiman HB sebagai salah satu tokoh yang paling berjasa dalam kemajuan PSSI dan sepak bola Banua.















