Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Tapin Tetapkan Siaga Karhutla, Mayoritas Hotspot Berasal dari Kawasan Tambang

×

Tapin Tetapkan Siaga Karhutla, Mayoritas Hotspot Berasal dari Kawasan Tambang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260708 WA0043 scaled
RAKOR - Wakil Bupati Tapin H Juanda saat mengikuti Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Kalimantan Selatan bersama Pemprov Kalsel. (Kalimantanpost.com/repro Prokpim Setda Tapin).

RANTAU, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Tapin menyatakan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga awal Juli 2026 masih terkendali. Ratusan titik panas yang terdeteksi satelit sebagian besar berada di kawasan pertambangan batu bara aktif dan tidak seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran.

Penjelasan itu disampaikan Wakil Bupati Tapin H Juanda saat mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Kalimantan Selatan yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin di Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Kalimantan Post

Dalam rapat tersebut, Muhidin mengungkapkan Tapin dan Hulu Sungai Selatan termasuk daerah dengan jumlah hotspot cukup tinggi. Namun hasil verifikasi menunjukkan mayoritas titik panas berada di area pertambangan batu bara, terutama di Kecamatan Lokpaikat.

“Hotspot yang cukup tinggi berada di Tapin dan HSS. Setelah dilakukan pengecekan, sebagian besar berasal dari kawasan batu bara. Kebakaran lahan hanya ditemukan di dua lokasi, yakni Binuang dan Tapin Utara,” kata Muhidin.

Meski kondisi relatif aman, pemerintah daerah diminta tidak lengah. Memasuki musim kemarau, Pemprov Kalsel telah menetapkan status Siaga Karhutla untuk mempercepat langkah pencegahan dan penanganan apabila risiko kebakaran meningkat.

Juanda mengatakan Pemkab Tapin telah memperkuat langkah antisipasi melalui pemantauan titik panas, patroli terpadu, serta koordinasi lintas instansi yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, perusahaan, relawan, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

Menurut dia, tingginya jumlah hotspot di Tapin tidak bisa langsung disimpulkan sebagai kejadian karhutla karena sebagian besar berasal dari aktivitas pertambangan yang memunculkan panas permukaan.

“Untuk kebakaran lahan hanya terjadi di dua titik dan seluruhnya berhasil ditangani sebelum meluas,” ujarnya.

Data BPBD Tapin hingga 5 Juli 2026 mencatat 229 hotspot tersebar di sejumlah kecamatan. Titik panas terbanyak berada di Lokpaikat, disusul Tapin Selatan, Bungur, Binuang, Tapin Utara, dan Salam Babaris.

Baca Juga :  Puncak Peringatan HUT ke-76 Kalsel Dimatangkan

Adapun kebakaran yang terverifikasi terjadi di Kecamatan Tapin Utara dan Binuang dengan luas lahan terdampak sekitar satu hektare.

Juanda menilai keberhasilan pengendalian kebakaran tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak di lapangan. BPBD, pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, perusahaan, dan relawan bergerak cepat sehingga api dapat dipadamkan sebelum menyebar ke area yang lebih luas.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Tapin menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 1 Juli hingga 1 Desember 2026. Posko gabungan juga telah diaktifkan untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Selain menyiagakan personel dan peralatan, pemerintah daerah meningkatkan patroli rutin serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kesiapsiagaan harus terus dijaga selama musim kemarau. Tujuannya agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” kata Juanda.

Rakor tersebut dikuti Kepala Daerah Se Kalsel dengan memaparkan kondisi masing-masing wilayah menyikapi dan menanggulangi Karhutla tahun 2026. (abd/KPO-4)

Iklan
Iklan