Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Gejolak Geopolitik Picu Kenaikan Biaya, Travel Umrah-Haji Kalsel Akan Sesuaikan Tarif

×

Gejolak Geopolitik Picu Kenaikan Biaya, Travel Umrah-Haji Kalsel Akan Sesuaikan Tarif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260423 010343
Ketua FK PATUH Kalsel, H. Saridi Salimin. (Kalimantanpost.com/Repro)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Forum Komunikasi Penyelenggara Travel, Umrah dan Haji Khusus (FK PATUH) Kalimantan Selatan menggelar halalbihalal yang sekaligus dimanfaatkan untuk membahas perkembangan terkini industri perjalanan ibadah di tengah tekanan geopolitik global, Rabu (22/4/2026).

Ketua FK PATUH Kalsel, H. Saridi Salimin, menyampaikan bahwa konflik internasional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah memicu ketidakstabilan yang berdampak langsung pada operasional perjalanan umrah dan haji khusus.

Kalimantan Post

“Sudah mulai terasa dampaknya, terutama pada bulan Syawal lalu. Banyak penerbangan jamaah yang dibatalkan karena menggunakan rute transit, seperti melalui Qatar dan negara lainnya,” bebernya.

Ia menjelaskan, situasi tersebut membuat biaya operasional travel meningkat signifikan. Salah satu penyebab utamanya adalah lonjakan harga tiket pesawat yang kini menyumbang hingga sekitar 60 persen dari total biaya umrah.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut berimbas pada harga avtur yang akhirnya mendorong kenaikan tarif penerbangan, baik rute domestik maupun internasional.

“Penyesuaian harga umrah dan haji khusus tidak bisa dihindari. Kemungkinan mulai diberlakukan untuk keberangkatan setelah musim haji, sekitar bulan Juni nanti,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, biaya umrah telah melampaui Rp30 juta. Sementara itu, untuk paket haji tertentu, biayanya bisa berkisar antara Rp250 juta hingga Rp500 juta, tergantung fasilitas yang dipilih jemaah.

Meski terjadi kenaikan, Saridi menilai minat masyarakat tetap tinggi, khususnya di Kalimantan Selatan yang dikenal memiliki tingkat religiusitas yang kuat.

“Walaupun ada kenaikan harga, kami yakin tidak akan berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menyinggung masih adanya kebingungan masyarakat terkait istilah program haji seperti haji furoda, yang kini mulai mengalami penyesuaian dalam regulasi meskipun tetap merujuk pada jalur non-kuota reguler.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Hingga Rp50.000

Di sisi lain, pemilik Ma Ali Wisata, M. Ilhami, mengakui bahwa pihaknya juga akan menyesuaikan harga sebagai langkah yang tidak bisa dihindari.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini karena dipengaruhi faktor global yang tidak bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan owner PT Kamilah Berkat Guru, M. Zulfan Efendi. Ia menuturkan bahwa seluruh penyelenggara travel menghadapi tekanan yang sama, sehingga penyesuaian harga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada jemaah. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan