Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Doa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai permohonan, harapan, permintaan, dan pujian kepada Tuhan. Berdoa diartikan sebagai tindakan mengucapkan atau memanjatkan doa tersebut kepada Tuhan. Istilah ini mencakup aktivitas spiritual untuk berkomunikasi atau berserah diri kepada Pencipta. Doa dalam Islam dirumuskan adalah ibadah mulia berupa permohonan, permintaan, dan pengharapan seorang hamba kepada Allah SWT dengan kerendahan hati untuk mendapatkan kebaikan dan perlindungan. Doa merupakan inti ibadah yang merefleksikan pengakuan atas kelemahan manusia dan ketergantungan mutlak kepada Pencipta. Doa sebagai komunikasi vertikal antara manusia dan Tuhan yang berisi pujian dan permintaan
Sebagai umat Islam, kita harus bangga, karena agama inilah yang mengatur segala macam doa, dari tidur hingga bangun tidur, kita selalu dianjurkan untuk berdoa, dan dalam posisi apapun, kita selalu ada anjuran untuk berdoa, seperti memakai pakaian, mau melepaskannya, mau pergi ke suatu tempat hingga kembali kerumah semua itu ada doanya, yang diajarkan Islam, kita sebagai ummat diminta untuk berdoa sebagaimana firman Allah SWT, “Dan Tuhan mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir : 60). “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”. (QS. Al Baqarah : 186).
Dan dalam firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al Araf : 55).
Bagaimana kita seharusnya berdoa, Allah mengajarkan sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-A’raf Ayat (55), “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. Sehingga beberapa Ulama mengajarkan sebaiknya seorang yang akan berdoa wajib memperhatikan hal-hal sebagi berikut :
- Menghadap kiblat. Sunnah untuk berdoa menghadap kiblat dicontohkan oleh Nabi Muhammad ketika ia sedang wukuf di Arafah. Pada waktu itu, Nabi Muhammad berdoa hingga terbenam matahari; 2. Mengucapkan pujian. Tidak terburu-buru dalam berdoa dan memintanya mengucapkan pujian kepada Allah dan salawat nabi terlebih dahulu; 3. Bersuara yang lembut dengan perasaan takut. Berdoa kepadaNya dengan suara yang lembut dan merendahkan diri. Dilarang berdoa dengan mengeraskan suara dan dilaran pula berdoa dengan bisik-bisik hingga tidak kedengaran. Berdoa harus berada di antara kedua kondisi yang dilarang ini, yaitu suara yang sedang; 4. Meyakini terkabulnya doa. Manusia harus meyakini bahwa doa merupakan bentuk kebutuhan kepada Allah. Setiap berdoa harus disertai dengan keyakinan bahwa doa ter sebut akan dikabulkan oleh Allah; 5. Berdoa untuk kebaikan. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa seorang muslim yang berdoa bukan untuk perbuatan dosa dan perbuatan yang merusak persaudaraan, maka Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal sebagai balasannya. Pertama adalah pengabulan doa. Kedua adalah menjadikan doa sebagai simpanan untuk digunakan di akhirat. Ketiga adalah menghindarkan orang yang berdoa dari kejahatan; 6. Mengulang doa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad diketahui sering mengulang doanya hingga tiga kali.
Namun, kita dilarang melakukan doa, jika doa itu menyusahkan orang lain. Sebagaimana hadis, Nabi Muhammad SAW melarang berdoa untuk mencelakakan seseorang. Seseorang ini termasuk diri sendiri, harta yang dimiliki, anak-anak yang dimiliki dan pembantu yang dimiliki. Larangan ini ditetapkan karena Allah dapat mengabulkan doa ini pada waktu tertentu yang menjadi waktu pengabulan doa. (Jabir).












