BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Di usianya yang ke-22 tahun, PT Ambang Barito Persada (AMBAPERS) terus menegaskan perannya sebagai penjaga denyut nadi logistik Kalimantan Selatan. Karena, Sungai Barito bukan hanya jalur air, melainkan urat kehidupan yang menghubungkan aktivitas ekonomi dari hulu hingga hilir.
Di hari jadinya ke-22 tahun yang jatuh pada Kamis, 23 April 2026 ini, Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin, Anton Wahyudi, menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun kepada PT AMBAPERS. Ia juga mengatakan, dalam dua dekade lebih perjalanan AMBAPERS, perusahaan telah memastikan alur sungai tetap lancar, aman dan bernilai ekonomis.
Menurut Anton, di balik kelancaran arus barang dan mobilitas penumpang, ada kerja konsisten dalam menjaga kedalaman, lebar, dan keamanan alur pelayaran.
Melalui pengerukan yang terukur dan penataan alur sungai yang berkelanjutan, AMBAPERS memastikan setiap kapal dapat melintas dengan lebih lancar dan efisien.
“Dampaknya terasa nyata, tidak hanya bagi distribusi logistik, tetapi juga bagi kenyamanan pelayaran penumpang. Armada laut yang rutin melintasi Sungai Barito, seperti KM Dharma Rucitra 1 dan KM Dharma Kartika II milik PT Dharma Lautan Utama, kini dapat beroperasi dengan lebih optimal,” jelas Anton.
Ia menambahkan, kondisi alur yang terjaga membuat waktu tempuh menjadi lebih efisien, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pelayaran. Kedalaman alur yang terstandar serta pengelolaan sempadan sungai memberikan rasa aman bagi operator kapal maupun penumpang yang menggunakan jasa transportasi air di wilayah ini.
“Dengan adanya pengerukan yang terukur dan penataan alur Sungai Barito oleh PT AMBAPERS, armada kami bisa melintas dengan lebih nyaman dan aman. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi waktu perjalanan serta meningkatkan pelayanan kepada penumpang dan distribusi logistik,” imbuhnya.
“Memasuki usia ke-22, AMBAPERS tidak hanya merayakan perjalanan panjang, tetapi juga mempertegas komitmennya untuk terus menjaga kualitas alur Sungai Barito. Sebab, kelancaran sungai ini adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkas Anton. (Opq/KPO-1)















