Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Generasi Dirusak, Pelajar Dijadikan Pengedar: Inilah Wajah Nyata Kegagalan Sistem Sekuler

×

Generasi Dirusak, Pelajar Dijadikan Pengedar: Inilah Wajah Nyata Kegagalan Sistem Sekuler

Sebarkan artikel ini

Oleh: Emel_Sholihah
Pendidik

Kasus pelajar yang terjerat narkoba kembali terjadi. Di Bima, seorang pelajar ikut ditangkap saat hendak mengedarkan sabu. Di Kendari, pelajar lain diringkus dengan puluhan paket sabu siap edar. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah potret nyata bagaimana generasi sedang dirusak bahkan sebelum mereka benar-benar memahami kehidupan.

Kalimantan Post

Yang lebih menyakitkan, pelaku dalam kasus ini adalah pelajar. Mereka yang seharusnya dijaga, dididik, dan diarahkan untuk menjadi generasi harapan, justru terlibat dalam lingkaran hitam peredaran narkoba.

Pertanyaannya, apakah ini semata kesalahan individu?

Jika kita jujur, ini bukan hanya soal “anak nakal” atau “kurang pengawasan”. Ini adalah dampak dari sistem yang kita biarkan mengatur kehidupan hari ini yaitu sistem sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan.

Dalam sistem ini, agama tidak lagi menjadi landasan dalam membentuk perilaku. Nilai benar dan salah menjadi kabur. Anak-anak tumbuh tanpa arah yang jelas. Mereka hidup dalam arus kebebasan: bebas bergaul, bebas mengakses apa saja, bebas meniru gaya hidup apa pun tanpa benteng yang kuat.

Akibatnya, penjagaan terhadap akal dan moral generasi runtuh. Narkoba masuk dengan mudah, bukan hanya sebagai barang haram, tetapi sebagai “peluang”. Pelajar tidak hanya menjadi korban, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari jaringan peredaran.

Lebih parah lagi, sistem pendidikan hari ini tidak cukup mampu menjadi benteng. Sekolah sibuk mengejar nilai dan prestasi, tetapi gagal membentuk kepribadian. Pelajar dididik untuk pintar, tetapi tidak dibentuk untuk memiliki ketakwaan yang menjaga dirinya dari kerusakan.

Di sisi lain, hukum yang ada belum mampu memberikan efek jera yang kuat. Peredaran narkoba tetap marak, jaringan terus hidup sehingga generasi muda menjadi sasaran empuk karena mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan.Inilah kenyataan pahit yang harus kita akui: ketika sistem rusak, maka generasi yang akan menanggung akibatnya.

Baca Juga :  KABEL SEMRAWUT, KAWAKAH DIBENAHI?

Dalam Islam, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan kepribadian Islam (syakhsiyyah Islamiyyah). Anak dididik untuk memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan ajaran Islam. Mereka tidak hanya tahu mana yang benar, tetapi memiliki kesadaran untuk menjalankannya.

Keluarga menjadi benteng pertama. Orang tua tidak hanya memberi makan dan pendidikan formal, tetapi menanamkan akidah, akhlak, dan kebiasaan baik sejak dini. Anak tumbuh dengan pengawasan dan kasih sayang yang mengarahkan.

Masyarakat pun tidak tinggal diam. Lingkungan yang baik akan saling menjaga. Amar makruf nahi munkar menjadi budaya, sehingga kemaksiatan tidak dibiarkan berkembang bebas.

Dan yang tidak kalah penting, negara hadir dengan aturan yang tegas. Narkoba tidak diberi ruang sedikit pun. Sanksi diterapkan dengan kuat kepada siapa pun yang terlibat baik pembuat, pengedar, maupun pengguna sehingga menimbulkan efek jera dan menutup celah kerusakan.

Dengan sistem seperti ini, generasi tidak dibiarkan terseret arus. Mereka dijaga sejak awal dari pemikiran, pergaulan, hingga perilaku. Kasus pelajar yang menjadi pengedar sabu seharusnya membuka mata kita semua. Ini bukan sekadar kasus kriminal. Ini adalah tanda bahwa generasi sedang berada dalam bahaya serius.

Jika kita hanya menyelesaikan di permukaan, kemudian menangkap pelaku tanpa memperbaiki sistem maka kasus serupa akan terus berulang, dengan wajah yang berbeda.

Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan individu semata, dan mulai berani melihat akar persoalan. Sudah saatnya kita tidak hanya berbicara solusi parsial, tetapi solusi yang menyeluruh. Karena generasi tidak cukup diselamatkan dengan nasihat. Generasi hanya bisa diselamatkan dengan sistem yang benar. Dan sistem itu adalah sistem yang menjadikan Islam sebagai pedoman hidup, bukan sekadar simbol.

Iklan
Iklan