Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
EkonomiHEADLINEKalselKotabaruNusantara

Rabiatul Hariah, Anggota Persit Sang Sosok Inspiratif di Balik Transformasi Produk Sasirangan

×

Rabiatul Hariah, Anggota Persit Sang Sosok Inspiratif di Balik Transformasi Produk Sasirangan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 29 at 16.31.32 e1777457196762
Ny Rabiatul Hariah, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004 Koorcab Rem 101 PD XII/Tambun Bungai, ini sang sosok inspiratif di balik transformasi produk sasirangan. (KP/Ist)

KOTABARU Kalimantan Post.com -Ny Rabiatul Hariah, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004 Koorcab Rem 101 PD XII/Tambun Bungai, ini sang sosok inspiratif di balik transformasi produk sasirangan.

Perjuangan Persit (Persatuan Istri Tentara) Chandra Kirana, merawat Budaya Banjar “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”, yang ungkapan mencerminkan filosofi yang kuat, menggabungkan ketajaman pikiran/tindakan dengan kekokohan prinsip nilai adat.

Kalimantan Post

Produk sasirangan, kain adat khas suku Banjar dari Kalimantan Selatan (Kalsel), kini tak lagi sekadar digunakan dalam upacara adat maupun pengobatan tradisional.

Di tangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kain penuh makna ini bertransformasi menjadi produk fashion modern yang diminati masyarakat, baik di dalam maupun luar Pulau Kalimantan.

Rabiatul Hariah, istri dari Letda Inf Nordin Joni ini mengembangkan usaha sasirangan dengan dukungan penuh dari pembina dan Ketua Persit di jajarannya.

Rabiatul, sapaan akrabnya ini, berhasil membuktikan bahwa kain sasirangan, khususnya motif ikan todak, memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus nilai budaya yang kuat.

Motif ikan todak yang diusungnya bukan sekadar hiasan, tetapi sarat filosofi, melambangkan kerja keras, keteguhan dalam menepati janji serta harmoni antara manusia dan alam.

Dalam proses pembuatannya, kain sasirangan todak diproduksi menggunakan perpaduan pewarna alami dan sintetis.

Setiap motif dihasilkan melalui teknik ikat tangan yang khas, menjadikan setiap lembar kain memiliki keunikan tersendiri dan nilai seni yang tinggi.

Usaha ini bermula dari hobi. Namun, dengan visi yang jelas, Rabiatul mengembangkannya menjadi sumber penghasilan yang produktif.

Sejak tahun 2015, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas produknya.

Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, ia mulai memasarkan hasil karyanya kepada kerabat, tetangga, hingga jaringan yang lebih luas.

Baca Juga :  "Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya"

Keikutsertaannya dalam berbagai pameran tingkat daerah serta kegiatan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana turut memperluas jangkauan pemasaran produknya.

Memasuki era digital, Rabiatul memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan sasirangan motif todak ke pasar yang lebih luas.

Upaya yang dilakukan Ibu Rabiatul menjadi bukti nyata bahwa anggota Persit tidak hanya berperan sebagai pendamping prajurit, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi keluarga.  Semangat inilah yang sejalan dengan tekad “UMKM Persit Bisa”.

Sasirangan motif todak kini hadir bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai simbol keteguhan budaya Banjar yang tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, ajam seperti todak, dan teguh menjaga jati diri. (*/KPO-2)

Iklan
Iklan