Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kotabaru

DPPAPPKB – DLH Kotabaru Sosialisasi Program BAPILA

×

DPPAPPKB – DLH Kotabaru Sosialisasi Program BAPILA

Sebarkan artikel ini
IMG 20260510 WA0018

KOTABARU, Kalimantanpost.com -Pemilihan sampah menuju Kotabaru bersih dan berkelanjutan digelar dinas Lingkungan Hidup Kotabaru yang merupakan kegiatan sosialisasi program BAPILA (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah).

Kegiatan yang berlangsung di aula DPPAPPKB Kotabaru dengan pemateri sosialisasi kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Hj Melinda Ratna Agustina dan dihadiri kepala DPPAPPKB Kotabaru Ir Sri Sulistyani, M serta puluhan penyuluh KB dan staf DPPAPPKB, Selasa (5/5/26) lalu.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Hj Melinda Ratna Agustina mengatakan ada MoU atau nota kesepahaman dari kementerian KB dengan kementerian Lingkungan hidup.

“Jadi kami berkolaborasi didalam sosialisasi tentang memilah sampah yang mana audiensnya adalah dari penyuluh KB,” ujarnya.

Di Kotabaru ini ada sekitar 36 penyuluh KB yang memiliki jaringan ratusan kader yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Kotabaru.

“Kami menitipkan pesan bahwa masyarakat harus mulai memilah sampah dari sumbernya masing-masing rumah,” ucap Melinda.

Tidak hanya memberikan sosialisasi, DLH Kotabaru juga melakukan praktek pengolahan sampah menjadi kompos, sehingga semua sampah pada intinya sebagian besar dapat bermanfaat.

Kedepan pembuangan sampah ketempat penampungan akhir, akan kami batasi karena akan kita lakukan pengelolaan.

Kebijakan ini, lanjut dia, juga berlaku ke setiap perusahaan, harusnya pihak perusahaan yang datang ke DLH meminta dilakukan pembinaan. Apalagi setiap perusahaan pasti memiliki program yang namanya PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup)

“Jika perusahaan tidak memiliki sistem pengolahan sampah yang baik, nilai mereka bisa turun hingga katagori buruk,” jelas Melinda.

Sementara Kepala DPPPAPPKB, Sri Sulistyani, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tugas pokok instansinya.

“Sekitar 70 persen sumber sampah berasal dari rumah tangga. Dengan adanya edukasi dari DLH, para penyuluh KB kami bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jaringan kami tersebar di 22 kecamatan dengan lebih dari seribu kader, sehingga pesan ini bisa menjangkau luas,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Resmikan Kantor Desa Bungkukan

Ia juga menekankan pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Harus ada kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat.

“Sehebat apa pun program yang dijalankan, tanpa dukungan masyarakat akan sulit berhasil. Karena itu kami memulai dari internal, agar pengelolaan sampah bisa diterapkan secara nyata,” pungkasnya.

Diharapkan edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau hingga ke tingkat keluarga, sekolah, dan perusahaan.

Momentum ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Kotabaru lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. (Andi/KPO-3)

Iklan
Iklan