Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Dubes RI Fadjroel–MenLH Jumhur Bidik MoU Hijau Tiga Negara

×

Dubes RI Fadjroel–MenLH Jumhur Bidik MoU Hijau Tiga Negara

Sebarkan artikel ini
IMG 20260511 WA0020 e1778471768104
PERTEMUAN- Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fadjroel Rachman bertemu Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat usai pelantikan kabinet pada 27 April lalu. Kalimantanpost.com - Foto/Rofi

JAKARTA, Kalimantan Post.com – Fadjroel Rachman dan Jumhur Hidayat menargetkan kerja sama lingkungan hidup lintas negara antara Indonesia, Kazakhstan, dan Tajikistan melalui skema Nota Kesepahaman antarpemerintah (G to G).

Komitmen itu mengemuka saat Dubes RI untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan bertemu Menteri Lingkungan Hidup di kantor kementerian di Jakarta. Pertemuan membahas peluang kolaborasi strategis di isu perubahan iklim, pengelolaan air, sampah, energi hijau, hingga investasi berkelanjutan.

Kalimantan Post

Menurut Jumhur, ketiga negara memiliki kesamaan visi dan rencana aksi yang bisa disinergikan, melibatkan BUMN, swasta, serta pemerintah pusat dan daerah. “Isu seperti waste to energy, dekarbonisasi smelter, hingga potensi PLTA raksasa di Kayan, Kalimantan Utara dan Mamberamo, Papua, menjadi titik temu konkret,” ujarnya.

Ia menilai kesamaan agenda tersebut menjadi fondasi kuat membangun kerja sama Selatan–Selatan di bidang lingkungan (South–South Cooperation on Environment) yang saling menguntungkan. Ruang lingkup MoU, kata Jumhur, akan mencakup transfer pengetahuan, investasi hijau, dan proyek percontohan.

Fadjroel menyoroti peluang kerja sama pada pengembangan PLTA skala besar. Ia mengingatkan, diplomasi air telah dirintis sejak 2024 ketika Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri World Water Forum ke-10 di Bali.

“Tajikistan punya pengalaman teknis kelas dunia, seperti Bendungan Norak berkapasitas 3.000 MW dan Bendungan Rogun yang dirancang 3.780 MW—tertinggi di dunia,” jelasnya.

Ke depan, Fadjroel berharap Jumhur dapat menghadiri forum internasional terkait air dan iklim, termasuk UN Water Conference 2026 dan COP31. Skema pendanaan inovatif melalui green investment yang melibatkan BUMN ketenagalistrikan dan swasta dari tiga negara juga mulai dijajaki.

“Ini bukan diplomasi biasa, tetapi kemitraan yang berorientasi aksi. Dunia bergerak cepat menuju energi hijau, dan tiga negara ini bisa melangkah bersama,” pungkas Fadjroel.(Rof/KPO-1)

Baca Juga :  Polda Kalsel Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Rugikan Negara Belasan Miliar

Iklan
Iklan