JAKARTA, Kalimantanpost.com – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal bersama sejumlah kepala daerah melaksanakan audiensi dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jalan Pattimura Nomor 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samsul Rizal mengapresiasi jajaran Kementerian PU RI yang telah berkenan menerima audiensi pemerintah daerah.
Bupati Samsul Rizal mengatakan, Kabupaten HST masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur, khususnya pada sektor jalan dan pengendalian banjir.
Menurutnya, kemampuan APBD Kabupaten HST masih sangat terbatas untuk menangani seluruh kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
“Kalau hanya mengandalkan APBD Kabupaten HST, tentu tidak akan mampu untuk memperbaiki seluruh ruas jalan yang ada. Bahkan apabila seluruh anggaran difokuskan untuk perbaikan jalan, tetap saja tidak akan mencukupi,” katanya.
“Karena itu, salah satu tujuan datang ke Kementerian PU adalah memohon dukungan dan bantuan pembangunan infrastruktur,” ujar Samsul Rizal.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang selama ini telah membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten HST.
Salah satunya pembangunan Jalan Lingkar Kapar-Walangsi yang saat ini telah terbangun meskipun belum selesai sepenuhnya.
Pemkab, lanjutnya, memastikan proses pengerjaan berjalan lancar tanpa hambatan dengan melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Selain itu, pada tahun sebelumnya Kabupaten HST juga mendapat bantuan pembangunan ruas jalan Paku Belanti, meskipun baru terealisasi sebagian dan kini pengerjaannya telah selesai.
Dalam audiensi tersebut, Bupati HST kembali mengusulkan sejumlah program prioritas kepada Kementerian PU RI, diantaranya pengusulan lanjutan pembangunan ruas Jalan Paku Belanti beserta jembatannya.
Kemudian pengajuan pembangunan folder Selian yang dinilai sangat penting untuk pengendalian banjir sekaligus mendukung pembukaan dan pengembangan lahan pertanian baru di wilayah HST.
Selanjutnya terkait Bendung Batang Alai, Bupati menjelaskan bahwa pembangunan saluran sekunder masih terkendala proses pembebasan lahan yang saat ini terus berjalan.
Apabila pembangunan saluran sekunder tersebut dapat dilaksanakan, maka diperkirakan mampu mengairi sekitar seperempat lahan pertanian di Kabupaten HST dengan cakupan mencapai 25.771 hektare.
Selain itu, Bupati juga mengusulkan pembangunan ruas jalan Sungai Buluh-Mantaas yang nantinya akan membuka konektivitas menuju Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dalam audiensi itu, Samsul Rizal turut menyampaikan kondisi Sungai Barabai dan Sungai Batang Alai yang saat ini mengalami pendangkalan.
Menurutnya, apabila dilakukan pengerukan sungai, maka akan sangat membantu dalam upaya pengendalian dan penanggulangan banjir di wilayah HST. (adv/ary/KPO-4).















