Pelaihari, KP – Upaya penguatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanah Laut resmi bergulir melalui agenda Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026.
Forum strategis ini diselenggarakan di Lantai 3 Algoritma Resto, Pelaihari, pada Jumat (22/5/2026).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula prosesi pengukuhan Hj. Dian Rahmat Trianto sebagai Ibunda Guru melalui pemasangan selempang. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Myrza Fazrina.
Forum tahunan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus dan anggota PGRI se-Kabupaten Tanah Laut.
Konkerkab I ini dirancang sebagai wadah konsolidasi dengan fokus utama untuk mengevaluasi secara kritis capaian program kerja PGRI sepanjang tahun 2025, sekaligus merumuskan arah kebijakan serta program kerja strategis untuk tahun anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kontribusi nyata para pendidik dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan, baik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan maupun di Kabupaten Tanah Laut.
“Dedikasi para guru sangat luar biasa. Berkat peran serta dan komitmen mereka, kualitas pendidikan di daerah kita dapat terus berkembang dan memiliki daya saing,” ungkap Bupati.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen penuh untuk terus mendukung PGRI dalam menjalankan roda organisasi.
Dukungan tersebut diprioritaskan pada tiga pilar utama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa secara inklusif, meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan daerah, serta memperjuangkan kesejahteraan para tenaga pendidik.
Lebih lanjut, H. Rahmat Trianto menekankan agar Konkerkab I tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Di era dinamika global saat ini, para guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi atau melakukan pembaruan kapasitas diri, serta bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
“Para pendidik diharapkan terus mengembangkan kapasitas diri agar metode penyampaian ilmu pengetahuan tetap relevan dengan karakteristik dan kebutuhan generasi saat ini,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan Konkerkab I PGRI ini, Pemerintah Daerah mengharapkan lahirnya keputusan-keputusan taktis yang mampu menjawab tantangan pendidikan di lapangan.
Output dari forum ini diproyeksikan menjadi regulasi dan program kerja konkret demi keberlanjutan peningkatan mutu serta daya saing pendidikan di Bumi Tuntung Pandang. (rzk/K-6)















