BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menegaskan komitmennya untuk berperan aktif mendukung implementasi 10 Program Direktif Presiden melalui penguatan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch III Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri di Hotel Grand Maya Banjarbaru, Kamis (11/6/2026).
Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri menunjuk Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM, Dr H Ahmad Yunani untuk menyampaikan materi bertajuk “Perspektif Kebijakan Publik terhadap Program Direktif Presiden Berdasarkan Realitas di Provinsi Kalsel.
Dalam paparannya, Dr. Yunani menjelaskan bahwa pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang telah dijabarkan dalam RPJMN 2025–2029, Asta Cita Presiden, hingga Permendagri Nomor 17 Tahun 2025.
“Program tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, swasembada pangan, pemeriksaan kesehatan gratis, Sekolah Garuda, serta penghapusan kemiskinan ekstrem,” kata Yunani.
Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kondisi dan tantangan pembangunan di Kalsel. Perguruan tinggi, khususnya ULM, memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan kajian ilmiah, inovasi, serta rekomendasi kebijakan berbasis data.
Yunani menegaskan, ULM siap mendukung implementasi program melalui optimalisasi tridarma perguruan tinggi. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ULM berkontribusi dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, pengembangan inovasi sesuai karakteristik daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pendampingan masyarakat di berbagai sektor.
“Didukung sumber daya akademik yang kuat dan jejaring kolaborasi luas, ULM siap menjadi pusat pemikiran (think tank), penggerak inovasi, dan mitra pembangunan yang membantu mempercepat terwujudnya program prioritas nasional demi kesejahteraan masyarakat Kalsel,” jelasnya.
Kehadiran ULM dalam forum ini menjadi bukti komitmen kampus untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi berbagai tantangan pembangunan daerah. Dengan dukungan riset, akademisi, dan jejaring kemitraan, ULM siap menjadi bagian penting dalam mengawal keberhasilan program strategis nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat Kalsel. (adv/lyn/KPO-4)















