BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Suara gemericik air dan rasa penasaran siswa memenuhi ruang praktik Teknik Energi Terbarukan SMKN 2 Banjarbaru, Jumat (19/6/2026). Untuk pertama kalinya, para siswa melihat secara langsung bagaimana tekanan air dapat diubah menjadi energi listrik melalui prototipe Turbin Pelton Mini yang dihibahkan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (FT ULM).
Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), FT ULM menyerahkan satu unit prototipe pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berbasis Turbin Pelton Mini sebagai media pembelajaran bagi guru dan siswa. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengenalan dan Pemanfaatan Turbin Pelton Mini dari Tekanan Air sebagai Media Pembelajaran Energi Terbarukan bagi Guru dan Siswa”.
Ketua Tim PDWA FT ULM, Ditza Pasca Irwangsa, S.T., M.T., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menjembatani pembelajaran teori dengan praktik langsung di bidang energi terbarukan.
“Selama ini pembelajaran konversi energi air di sekolah lebih banyak dilakukan secara teoritis karena keterbatasan alat praktik. Melalui program ini, tim dosen FT ULM menghadirkan solusi berupa satu unit prototipe PLTMH berbasis Turbin Pelton Mini yang dapat digunakan langsung oleh guru dan siswa,” ujarnya.
Menurut Ditza, penguasaan teknologi energi terbarukan sejak dini menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan transisi energi dan kebutuhan industri masa depan yang semakin mengarah pada pemanfaatan energi bersih.
Sementara itu, Ahmad Zaki Ramadhani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa prototipe yang dihibahkan dirancang menggunakan material lokal sehingga mudah direplikasi sebagai media pembelajaran.
“Prototipe ini sengaja dibuat sederhana namun tetap mampu menunjukkan prinsip kerja PLTMH secara nyata. Kami berharap guru dan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mempelajari proses konversi energi air menjadi listrik secara langsung melalui praktik,” jelasnya.
Ia menerangkan, sistem Turbin Pelton Mini tersebut terdiri atas tangki penampung air, nozel, runner dengan sejumlah sudu berbentuk bucket, serta generator DC yang mampu menghasilkan tegangan antara 5 hingga 12 volt sehingga aman digunakan untuk kegiatan praktikum di sekolah.
Di sisi lain, Kaprodi Rekayasa Elektro FT ULM, Akhmad Ghiffary Budianto, S.T., M.T., menilai kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan teknologi mikrohidro, tetapi juga menjadi bentuk nyata transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Melalui penyerahan prototipe Turbin Pelton Mini dan modul praktikum yang terstruktur, FT ULM berharap SMKN 2 Banjarbaru semakin siap mencetak lulusan vokasi yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi bagian dari transformasi industri energi hijau di Kalimantan Selatan maupun Indonesia,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMKN 2 Banjarbaru, Nurul Huda, S.Sos., M.Pd. Menurutnya, kehadiran alat praktik tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi para siswa.
“Kegiatan ini tentu sangat membantu siswa kami karena mereka bisa melihat langsung cara kerja Turbin Pelton Mini dan mengetahui manfaatnya. Dengan demikian, pemahaman mereka mengenai energi terbarukan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Program Studi Teknik Energi Terbarukan SMKN 2 Banjarbaru, Siti Hafizah, menyebut bantuan tersebut menjadi tambahan fasilitas pembelajaran yang sangat bermanfaat.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi mengenai pemanfaatan Turbin Pelton Mini. Kami bersyukur karena anak-anak dapat menambah wawasan mereka, dan guru-guru juga memiliki media pembelajaran langsung yang bisa digunakan dalam proses mengajar,” katanya.
Antusiasme siswa terlihat sejak sesi pemaparan materi hingga praktik pengoperasian turbin. Metode experiential learning yang diterapkan tim dosen FT ULM membuat suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan tidak membosankan.
Salah seorang siswi kelas XI Teknik Energi Terbarukan, Eka Julia Restika Dila, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya hanya dipelajari melalui buku dan penjelasan di kelas.
“Hari ini aku belajar tentang PLTMH menggunakan Turbin Pelton. Jujur, aku baru tahu apa itu Turbin Pelton. Presentasi dari dosen-dosennya juga mudah dipahami dan tidak berbelit-belit,” tuturnya.
Tidak hanya belajar teori dan praktik, para siswa juga diajak mengikuti kuis interaktif yang digelar di sela-sela kegiatan. Suasana pun semakin meriah ketika peserta berlomba menjawab pertanyaan dari pemateri untuk mendapatkan hadiah.
“Acaranya seru banget. Walaupun siang hari, tidak bikin ngantuk. Saya juga dapat hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah kompetensi kami,” ujar Mutia, siswi yang akan naik ke kelas XII.
Melalui program ini, FT ULM berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi terus diperkuat. Selain menjadi sarana pembelajaran, Turbin Pelton Mini yang dihibahkan diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa terhadap inovasi energi terbarukan serta mendorong lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan energi hijau di Indonesia.(fin/KPO-1)









![Sinergi TNI–Polri dan Instansi Vertikal[]Tatah Makmur 'Tidak Bebas Narkoba' 5 IMG 20260429 WA0047](https://kalimantanpost.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260429-WA0047-350x220.jpg)





