BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang energi terbarukan. Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Tahun 2026, dosen Program Studi Rekayasa Elektro Fakultas Teknik ULM memberikan pelatihan simulasi perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis software PVsyst kepada siswa SMKN 5 Banjarmasin.
Kegiatan yang berlangsung pada 15 Juni 2026 ini diikuti sebanyak 34 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan. Pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat teknologi yang banyak digunakan dalam industri energi terbarukan.
Tak sekadar menerima teori, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan penggunaan software PVsyst untuk merancang sistem PLTS off-grid. Mereka belajar mulai dari menghitung kebutuhan beban listrik, menentukan kapasitas panel surya, baterai, Solar Charge Controller (SCC), hingga menganalisis kebutuhan area pemasangan berdasarkan hasil simulasi.
Ketua Tim PDWA, Bayu Setyo Wibowo, M.T., mengatakan kemampuan melakukan perencanaan sistem menggunakan perangkat lunak industri menjadi bekal penting bagi lulusan sekolah kejuruan.
“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar konsep dasar PLTS, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung menggunakan software PVsyst untuk melakukan simulasi dan analisis perencanaan sistem PLTS. Kompetensi ini sangat penting untuk mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di bidang energi terbarukan,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa Program Studi Rekayasa Elektro Fakultas Teknik ULM. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari praktik simulasi hingga diskusi hasil perencanaan yang mereka lakukan.
Apresiasi juga datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 5 Banjarmasin, Hendra Eka Kurniawan, S.Pd. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri yang kini semakin mengarah pada pemanfaatan energi bersih dan teknologi modern.
“Melalui pelatihan penggunaan software PVsyst ini, siswa mendapatkan pengalaman baru yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi di bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan. Kegiatan seperti ini mampu memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan siswa sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim PDWA ULM juga menyerahkan seperangkat modul pembelajaran PLTS kepada pihak sekolah. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi bahan ajar sekaligus media praktik bagi siswa pada pembelajaran berikutnya.
Melalui program ini, ULM berharap semakin banyak siswa SMK yang memiliki kompetensi di bidang energi terbarukan, khususnya dalam perencanaan sistem PLTS berbasis software profesional.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri energi bersih di Indonesia. (fin/KPO-1)















