Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Manajemen Masih Jadi Primadona, Uniska Bidik 4.500 Mahasiswa Baru pada 2026

×

Manajemen Masih Jadi Primadona, Uniska Bidik 4.500 Mahasiswa Baru pada 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260628 WA0048

BANJARMASIN, kalimantanpost.com — Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari menargetkan menerima 4.200 hingga 4.500 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan perguruan tinggi negeri, kampus swasta terbesar di Kalimantan Selatan itu masih mencatat tingginya minat calon mahasiswa, dengan Program Studi S1 Manajemen menjadi pilihan utama pada penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama.

Data PMB Uniska menunjukkan, dari total 3.101 calon mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 539 orang memilih Program Studi S1 Manajemen. Posisi berikutnya ditempati S1 Ilmu Hukum dengan 391 pendaftar, S1 Pendidikan Olahraga sebanyak 255 pendaftar, S1 Teknik Informatika 247 pendaftar, serta S1 Ilmu Administrasi Publik dengan 245 pendaftar.

Kalimantan Post

Rektor Uniska MAB, Prof Mohammad Zainul, mengatakan minat masyarakat terhadap Uniska dalam lima tahun terakhir relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta terbesar di Kalimantan Selatan itu masih cukup tinggi.

“Kalau melihat data lima tahun terakhir, memang relatif cukup stabil. Ini menunjukkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Uniska juga masih relatif cukup besar,” kata Zainul, Minggu (28/6/2026).

Meski demikian, pihak kampus menilai capaian pada gelombang pertama belum dapat dijadikan gambaran akhir penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Sebab, gelombang kedua masih dibuka dan kerap menjadi momentum meningkatnya jumlah pendaftar.

Menurut Zainul, banyak calon mahasiswa yang masih menunggu hasil seleksi perguruan tinggi negeri atau mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum menentukan kampus tujuan.

“Kadang di gelombang pertama terlihat belum maksimal, tetapi setelah gelombang kedua justru meningkat karena calon mahasiswa masih wait and see. Nanti ending-nya baru bisa terlihat setelah gelombang kedua selesai,” ujarnya.

Baca Juga :  Target 125 Rutilahu di 2026, 42 Titik Telah Rampung Dibangun

Di sisi lain, sejumlah program studi masih mencatat jumlah pendaftar yang relatif sedikit pada gelombang pertama. Program S2 Peternakan baru diminati satu pendaftar, S2 Ilmu Komunikasi empat pendaftar, S2 Ilmu Administrasi Publik sembilan pendaftar, D4 Akuntansi Perpajakan 10 pendaftar, dan S1 Pendidikan Kimia 12 pendaftar.

Ketua Umum Yayasan Uniska MAB, Budiman Mustafa, menilai gelombang kedua menjadi peluang bagi perguruan tinggi swasta, terutama karena tidak seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di perguruan tinggi negeri melakukan registrasi ulang.

Di Kalimantan Selatan, tingkat daftar ulang mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi negeri belum mencapai 100 persen. Di Universitas Lambung Mangkurat, angka daftar ulang berada di kisaran 90 persen, sedangkan di UIN Antasari Banjarmasin sekitar 89 persen.

“Kami berharap mereka yang tidak mendaftar ulang di PTN bisa mengikuti tes gelombang kedua di Uniska,” kata Budiman.

Namun, ia mengakui persaingan mendapatkan mahasiswa baru pada tahun ini semakin ketat. Menurut dia, masa penerimaan mahasiswa baru di PTN yang berlangsung lebih panjang membuat calon mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan sehingga ruang bagi perguruan tinggi swasta menjadi semakin sempit.

“Seluruh PTS mengeluh. Kami mengusulkan agar penerimaan mahasiswa di PTN juga dibatasi. Kalau PTN terus menerima mahasiswa dalam jumlah besar dengan masa pendaftaran yang panjang, tentu ruang bagi PTS menjadi semakin sempit,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Uniska tetap optimistis dapat mencapai target penerimaan mahasiswa baru. Optimisme itu didukung oleh masih dibukanya gelombang kedua serta berbagai program bantuan pendidikan, seperti KIP Kuliah, Uniska Peduli, dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu. (fin/KPO-1)

Iklan
Iklan