Banjarmasin, KP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan bersama para pemangku kepentingan resmi menutup rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan Selatan, di Duta Mal Banjaramsin, Minggu (05/07/2025) malam.
Penutupan kegiatan dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Muhammad Ikhsan Alhak yang mewakili Wali Kota Banjarmasin HM Yamin, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Ketua Organizing Committee Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS) Arjanto, pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah, serta para pemangku kepentingan.
Mewakili Wali Kota HM Yamin, Muhammad Ikhsan Alhak mengatakan Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan keuangan syariah yang selaras dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun melalui penyelenggaraan SYAFIF perlu terus diperkuat agar literasi dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan syariah semakin luas.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo mengatakan selama penyelenggaraan SYAFIF, masyarakat memperoleh berbagai layanan, mulai dari edukasi keuangan syariah, promosi produk dan layanan keuangan syariah, konsultasi keuangan, layanan zakat, perlindungan konsumen, hingga layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama mitra menghadirkan 20 booth ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terdiri atas 17 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah, satu Lembaga Amil Zakat, yakni Rumah Zakat, serta dua lembaga regulator, yaitu OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kehadiran booth tersebut memudahkan masyarakat memperoleh edukasi sekaligus mengakses berbagai produk dan layanan keuangan syariah dalam satu lokasi.
OJK menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan SYAFIF Goes to Banjarmasin menjadi titik awal rangkaian kegiatan nasional tahun 2026 yang selanjutnya akan digelar di Jakarta, Semarang, Aceh, dan Makassar. OJK juga mengajak regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional secara berkelanjutan.(nau/K-5)
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Muhammad Ikhsan Alhak















