Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Rakor Stunting, Tuntut Langkah Konkret Langsung Menyentuh Masyarakat

×

Rakor Stunting, Tuntut Langkah Konkret Langsung Menyentuh Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Hal 4 10 Martapura Rakor Stunting
RAKOR STUNTING - Rakor pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, di Aula Bauntung, Martapura, Rabu (08/07/2026).

Rapat tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rakhmat Dhany serta dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Marliana, Kadis Kesehatan Noripansyah, Kabid PPM Bapperida Fara Hayani serta perwakilan perangkat daerah terkait, diantaranya Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda.

Kalimantan Post

Fara Hayani menjelaskan, rakor dilaksanakan guna merumuskan strategi pencegahan dan percepatan penurunan stunting, menyusul meningkatnya angkanya di Kabupaten Banjar dua tahun terakhir.

“Forum ini juga wadah mempersiapkan kunjungan lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) dari Bappenas, Kementerian Kesehatan, BKKBN dalam rangka pengendalian Program Prioritas Presiden Triwulan II Taun 2026 dengan lokus Posyandu dan Kampung KB,” ungkapnya.

Rakhmat Dhany menegaskan, meningkatnya angka stunting menjadi perhatian serius Pemkab Banjar, sehingga seluruh pihak perlu mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi telah dilakukan.

“Kita harus jujur mengevaluasi, apakah intervensi yang selama ini dilakukan sudah tepat sasaran dan data digunakan benar-benar valid,” tandasnya.

Dari pertemuan ini, dia berharap lahir langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat, bukan sekadar diskusi di atas meja. Dhany juga mendorong seluruh perangkat daerah mencari terobosan yang dapat segera diterapkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Berbagai inovasi daerah lain, seperti program Babonisasi di Gunungkidul maupun aplikasi e-Simpati Kabupaten Sumedang, dapat menjadi referensi memperkuat upaya penanganan stunting di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Validasi data, lanjutnya, koordinasi antar lembaga serta keberanian menetapkan intervensi prioritas, harus menjadi fokus, meskipun ditengah keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  Wabup Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Pingaran Ilir

Staf Ahli Dian Marliana turut memaparkan hasil studi tiru ke Kota Surabaya yang dinilai berhasil menekan angka stunting melalui sistem kerja yang terintegrasi. Salah satu inovasinya, pembentukan Kader Surabaya Hebat (KSH) yang menyatukan seluruh kader di lapangan dengan sistem pendataan berbasis aplikasi “Sayang Warga”.

“Sehingga kondisi balita, ibu hamil hingga keluarga berisiko, dapat dipantau secara real time dan menjadi dasar pengambilan kebijakan,” tandasnya.

Dian memberikan pula sejumlah masukan pada Tim Percepatan Penurunan Stunting, diantaranya, pentingnya membangun sistem data terpadu dan dapat diakses seluruh pemangku kepentingan, memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah secara gotong royong.

“Serta menjadikan satu desa atau kelurahan sebagai model penanganan stunting terpadu,” katanya.

Dia juga menilai perlunya penyatuan peran kader di lapangan, optimalisasi sistem satu data serta penguatan intervensi berbasis kebutuhan riil masyarakat, agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran. (Wan/K-5)

Iklan
Iklan