Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Habib Hamid Bahasyim Warning Karhutla Kalsel, Tanah Laut Darurat Hotspot

×

Habib Hamid Bahasyim Warning Karhutla Kalsel, Tanah Laut Darurat Hotspot

Sebarkan artikel ini
IMG 20260717 WA0019
Habib Hamid Bahasyim

BANJARMASIN,kalimantanpost.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim, mengingarkan kepada masyarakat dan pemerintah agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyoroti Kabupaten Tanah Laut yang kini menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Selatan.

Habib Hamid mengatakan, musim kemarau yang disertai suhu udara tinggi membuat potensi kebakaran permukiman maupun karhutla semakin meningkat. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor, instalasi listrik, maupun aktivitas yang berpotensi memicu api.

Kalimantan Post

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, periksa instalasi listrik secara berkala, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat,” ujar Habib Hamid, Jumat (17/7/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, dari sekitar 41 hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Selatan, sebanyak 16 titik berada di Kabupaten Tanah Laut. Bahkan, Kecamatan Panyipatan menjadi wilayah paling rawan dengan sekitar 14 hotspot, disusul kawasan Pengayuan, Bati-Bati, Banua Raya, Gunung Raja, hingga Tambang Ulang.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm serius karena Tanah Laut memiliki banyak kawasan lahan kering dan gambut yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau.

Meski Banjarbaru belum mengalami lonjakan hotspot yang signifikan, Habib Hamid meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama di kawasan Bandara Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Liang Anggang, dan wilayah bergambut lainnya.

Ia mendesak pemerintah daerah, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi agar kebakaran tidak meluas.

Habib Hamid juga mengingatkan kabut asap mulai terlihat di sejumlah wilayah sehingga penanganan cepat harus dilakukan sebelum situasi semakin memburuk.

Baca Juga :  Catatan Dewan ke Pemprov Kalsel

Sebelumnya, BNPB mencatat kebakaran lahan sempat terjadi di kawasan Cempaka dan Liang Anggang, Banjarbaru, pada awal Juli 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan meningkatkan pemantauan hotspot di berbagai daerah.

“Jangan sampai Kalimantan Selatan kembali diselimuti kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Pencegahan harus menjadi prioritas, karena ketika api sudah membesar, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar. Semua pihak harus bergerak bersama sebelum terlambat,” tegas Habib Hamid. (fin/KPO-1

Iklan
Iklan