PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Unik hewan korban yang di gunakan untuk tiwak keluarga Marlin J Matan, jenis albino atau berwarna putih baik pada tabuh pertama sehari sebelumnya dan tabuh kedua, Jumat (17/7/2027).
“Di hari pertama kerbau albino berjenis kelamin jantan, dan di hari ke dua berjenis kelamin betina,” terang Ketua Panitia Pelaksana tiwah Yepri Duga.
Jumlah hewan korban hari pertama tiga ekor dan hari ke dua empat ekor ditambah satu ekor babi ukuran sedang, sehingga seluruh hewan korban ada kerbau tujuh ekor.
Meski tidak memiliki makna tersendiri hewan korban albino tetap menjadi perhatian keluarga besar tiwah, dengan jumlah almahum yang di tiwahkan sebanyak tujuh orang.
Adapun ama almarhum yang ditiwahkan, masing-masing Marlin J Matan, Luse Demen, Ngawang, Maliana, Ucue, Atie, dan Ajir Agan. Pada ritual tiwah tulang mereka diambil dari tempat di makamkan.
Setelah dibersihkan dan melalui ritual khusus, penyembelihan hewan korban, selanjutnya dimasukkan ke dalam ‘sandung” atau peti mati leluhur.
Melalui berbagai ritual yang dipimpin oleh basir atau balian, tulang dan roh leluhur dikembalikan kepada sang pencipta atau disebut “lewu tatau”.
Tiwah merupakan ritual tertinggi umat Hindu Kaharingan bagi warga pemeluknya. Karena itu banyak pemali dan tantangan diberlakukan selama tiwah.
Rangkaian acara tiwah Kereng Bangkirai dimulai minggu ketiga Mei lalu dan.segara berakhir 4 pad 31 Juli nanti.(drt/KPO-3)















