BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, H Muhammad Faisal Hariyadi, menaruh perhatian serius terhadap masa depan Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) yang dinilai masih memiliki peran strategis dalam mendukung sistem sanitasi Kota Banjarmasin.
Menurut Faisal, persoalan yang dihadapi Pedepal saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan suntikan modal ataupun langkah-langkah jangka pendek. Yang lebih dibutuhkan adalah pembenahan manajemen, strategi bisnis yang jelas, serta komitmen kuat dari jajaran direksi baru untuk menghidupkan kembali perusahaan tersebut.
Ia menilai Pedepal sebenarnya menyimpan potensi besar apabila dikelola secara profesional. Sebagai perusahaan yang telah lama bergerak di sektor pengelolaan limbah, Pedepal memiliki peluang untuk berkembang melalui layanan sanitasi yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.
“PD PAL ini bukan perusahaan baru, potensinya masih sangat besar, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan dipimpin oleh orang-orang yang memang memiliki kompetensi serta keinginan untuk memajukan perusahaan,” ujar Faisal.
Ia berharap proses penunjukan direksi baru dilakukan secara objektif dan berdasarkan kemampuan, bukan karena pertimbangan lain di luar kepentingan perusahaan. Direksi yang terpilih nantinya diharapkan mampu melakukan restrukturisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Faisal mencontohkan sejumlah peluang usaha yang masih dapat dikembangkan Pedepal, seperti layanan pengelolaan limbah untuk sektor hotel, restoran, kafe hingga dapur program makan bergizi yang membutuhkan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang memadai. Model kerja sama dengan pihak ketiga juga dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan.
Selain itu, layanan sedot komunal dan pengelolaan limbah terpadu juga dinilai memiliki prospek yang cukup baik apabila dikelola secara serius. Dengan sistem tersebut, masyarakat maupun pelaku usaha dapat memperoleh layanan yang lebih mudah sekaligus membantu menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
Komisi II DPRD Kota Banjarmasin sendiri dalam waktu dekat berencana memanggil pihak Pedepal guna meminta kejelasan mengenai strategi perusahaan ke depan, termasuk target perbaikan layanan dan komitmen manajemen baru dalam menjalankan perusahaan tersebut.
“Kami ingin ada target yang jelas dan tenggat waktu yang pasti, kalau memang ada komitmen untuk memperbaiki, tentu DPRD akan mendukung, tapi masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian terkait masa depan layanan sanitasi di kota ini,” tegas Faisal.
Ia berharap pembenahan yang dilakukan nantinya tidak hanya mampu menyelamatkan perusahaan, tetapi juga memperkuat sistem sanitasi Kota Banjarmasin yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat di tengah pertumbuhan kota yang terus berkembang. (nug/KPO-3)















