Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Selamatkan Adik, Tertimpa Ambruk Rumah

×

Selamatkan Adik, Tertimpa Ambruk Rumah

Sebarkan artikel ini

Rizki Meninggal, Warga Lainnya Luka-luka

ambruk

Warga sekitar berupaya melakukan evakuasi korban, namun saat berhasil dinyatakan meninggal dunia.

MARTAPURA, KP – Tiga buah rumah di Jalan Tembikar Kanan, di Jalan Tembikar Kanan, Kompleks Fadilah Perdana V Blok E, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, ambruk, Sabtu (25/7).

Kalimantan Post

Dan seluruh penguni dievakuasi. Namun seorang atas nama M. Ibnu Rizki (19) dinyataan meninggal dunia.

“Korban ada lima, satu dinyatakan meninggal dunia usai berhasil dievakuasi keluar bangunan,” kata Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Gambut, Slamet Riyadi.

Untuk lainnya elah dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh para relawan dan warga untuk diberikan pengobatan lantaran mengalami luka di bagian kepala dan tangan dan kemuian dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Disebut, korban meninggal dunia merupakan penghuni salah satu rumah dan dikatakan Slamet bahwa korban sempat meminta adik-adiknya untuk keluar lebih dahulu saat rumah ambruk.

Kemudian, sesaat usai adik-adiknya berhasil dievakuasi, bangunan semakin ambruk yang menyebabkan korban terjebak di dalam rumah.

Warga sekitar berupaya untuk melakukan evakuasi korban, namun saat berhasil dievakuasi dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk penyebabnya kita belum mengetahui.

Tapi diduga karena tertimpa reruntuhan bangunan, tambahnya.

Sementara kondisi bangunan berbahan dasar beton dan kayu itu terlihat ambruk total.

Bahkan, ketiga pemilik rumah yakni Latif, Novi, dan Rian sudah tidak bisa lagi untuk menyelamatkan harta bendanya.

Keterangan lain, para korban hingga Sabtu malam masih berada di RSUD Ulin. 

Sejumlah anggota Polsek Kertak Hanyar juga berada di rumah sakit.

Dalam keterangannya Kasi Humas Polres Banjar, AKP Alfian Noor membeakan, akibat kejadian satu orang meninggal dunia bernama Ibnu Rizki, penghuni rumah nomor 29.

Sedangkan seorang korban lainnya, Bintang (13) dalam keadaan koma setelah diduga kemasukan air pada saat rumah runtuh.

Baca Juga :  PAN Targetkan Posisi Pimpinan Legislatif dan Usung Kader Sendiri Jadi Kepala Daerah

Penghuni rumah nomor 29 ini juga luka lecet di bagian kaki, luka lecet di punggung.

Korban lainnya yang juga dari rumah nomor 29 yakni Bulan (2) menderita luka lecet di punggun dan lutut kiri luka.

Sedangkan anggota keluarganya yakni Salman (12) luka lecet di bagian kaki.

Ada pula korban dari rumah nomor 30 yakni Gusti Regina Annisa (29) yang luka lecet di dahi.

Total korban sebanyak lima orang dari dua rumah yakni nomor 29 dan 30.

Ada pun kronologi kejadian, menurut Alfian, berdasarkan keterangan korban, Hj Fathiah Ismail, pemilik rumah nomor 31, ia mendengar suara gemuruh saat rumahnya ambruk. 

Ketika ia keluar untuk memeriksa, rumah nomor 29 telah roboh dan menimpa rumah nomor 30 berlanjut sampai rumah nomor 31 miliknya.

Kemudian, berdasarkan keterangan korban, Sulis Tya Rachma Wati, sebelumnya dia mendaptkan informasi akan terjadi pemadaman listrik pada pukul 13.00 Wita

Dia pun mencari alternatif untuk mengungsi ke penginapan, sementara anak tertua yakni Ibnu Rizki berada di kamar mandi.

Setelah itu, tiba-tiba terdengar suara gemertak kretek-kretek dan getaran kuat pada bangunan.

Rizky sempat merespons getaran dengan berteriak, terlebih saat itu lampu padam.

Tidak lama kemudian, bangunan secara mendadak runtuh total ke rawa.

Rizky terjebak di kamar mandi yang telah runtuh ke rawa. 

Berikut data tiga rumah ambruk, pertama milik Sulis Tya Rachma Wati nomor 29, bangunan beton luas rumah type 36.

Kedua, rumah milik Aditya Perdana Putra nomor 30, bangunan beton dengan luas rumah type 36 yang disewa oleh Gusti Regina Annisa.

Ketiga, rumah milik Fathiah Ismail nomor 31, bangunan beton luas rumah type 36. (*/K-2)

Baca Juga :  Sudaryono Gantikan Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Iklan
Iklan