Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Manggala Agni Bentuk MPA Batara, Warga Dilatih Cegah Karhutla Sejak Dini

×

Manggala Agni Bentuk MPA Batara, Warga Dilatih Cegah Karhutla Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 13

Banjarbaru,KP– Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan melalui Daops Manggala Agni Kalimantan V/Banjar membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) Batara yang beranggotakan warga Kelurahan Landasan Ulin Barat dan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Pembentukan MPA berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2026. Kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Liang Anggang untuk penyampaian materi, kemudian dilanjutkan praktik lapangan di kawasan Kota Citra Graha (KCG), Kelurahan Landasan Ulin Barat.

Kalimantan Post

Program tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Kehutanan dalam memperkuat sistem pencegahan karhutla berbasis masyarakat. Melalui pelatihan teori dan praktik, warga dipersiapkan menjadi mitra Manggala Agni yang mampu melakukan deteksi dini, pencegahan, hingga penanganan awal sebelum kebakaran meluas.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan alat pelindung diri (APD), karakteristik api, teknik membaca kondisi vegetasi, hingga metode pemadaman langsung (direct attack) maupun tidak langsung (indirect attack).

Peserta juga mendapatkan materi khusus mengenai penanganan kebakaran lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran di lahan mineral. Mereka dikenalkan teknik pembasahan gambut, penggunaan pipa injeksi air, serta pentingnya menjaga tinggi muka air gambut sebagai langkah pencegahan.

Pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi lapangan menggunakan berbagai peralatan pemadaman, baik manual seperti gepyok, sekop, cangkul, dan pompa punggung, maupun peralatan mekanis berupa mesin pompa air beserta instalasi selang.

Dalam simulasi tersebut, peserta berlatih mengoperasikan pompa air, menggelar selang, menyusun formasi regu, hingga melakukan koordinasi layaknya personel Manggala Agni saat menangani kebakaran di lapangan. Mereka juga mempraktikkan teknik pemadaman dengan kombinasi peralatan manual dan mekanis untuk menghadapi kondisi medan yang sulit maupun keterbatasan sumber air.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Tata Kabel Fiber Optik, Provider Diminta Pindah ke Ducting

Selain keterampilan teknis, peserta dilatih menyusun media edukasi tentang pencegahan karhutla yang nantinya digunakan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Camat Liang Anggang, Lia Astuti, mengapresiasi Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan dan Manggala Agni Kalimantan V/Banjar yang telah memfasilitasi pembentukan MPA Batara.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurut Lia, ancaman karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup warga. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pencegahan.

Ia berharap anggota MPA Batara tidak hanya mampu melakukan patroli dan penanganan awal ketika muncul titik api, tetapi juga menjadi agen edukasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Perwakilan MPA Batara mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai teknik pencegahan dan penanganan karhutla. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kemampuan relawan terus meningkat.

Dengan terbentuknya MPA Batara, pemerintah berharap sistem kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di tingkat kelurahan semakin kuat. Pendekatan berbasis masyarakat dinilai menjadi langkah efektif karena warga merupakan pihak yang paling mengenal kondisi wilayah sekaligus menjadi orang pertama yang mengetahui munculnya titik api. (Dev/k-5)

Iklan
Iklan