Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Mahasiswa KKN ULM Sulap Tutup Botol Bekas Jadi Lukisan

×

Mahasiswa KKN ULM Sulap Tutup Botol Bekas Jadi Lukisan

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLm BJB 1 19

Banjarbaru,KP– Limbah plastik tak selalu berakhir di tempat sampah. Di tangan warga Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, tutup botol plastik bekas justru disulap menjadi karya seni bernilai ekonomi. Inovasi itu dikenalkan kepada puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Rumah Pilah Sampah RT 33 RW 07, Minggu (26/7).

Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya melihat proses pembuatannya, tetapi juga terlibat langsung mulai dari mencuci, mengeringkan, memilah warna, melelehkan plastik, hingga menyusun tutup botol menjadi sebuah lukisan.

Kalimantan Post

Ketua RT 33 RW 07 Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, mengatakan edukasi tersebut bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, khususnya tutup botol plastik berbahan high-density polyethylene (HDPE).

“Hari ini kita mencoba membuat perubahan dan inovasi baru dari tutup botol yang sebelumnya dipandang tidak bermanfaat. Harapan kami, suatu saat nanti tutup botol justru menjadi rebutan karena selalu dibutuhkan oleh para seniman. Kalau itu terjadi, berarti masyarakat sudah melihat sampah sebagai sumber daya, bukan lagi barang buangan,” ujarnya.

Yoni menjelaskan, gagasan tersebut berawal saat dirinya mengikuti program Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu BUMN di Yogyakarta. Di sana, ia melihat limbah tutup botol HDPE diolah menjadi berbagai produk bernilai, mulai dari plakat, meja, aksesori hingga karya seni.

Sekembalinya ke Banjarbaru, ia mulai mempelajari karakteristik plastik HDPE dan melakukan berbagai percobaan hingga menemukan teknik mengolah tutup botol menjadi lukisan menggunakan peralatan sederhana.

Menurut Yoni, proses pembuatan karya dimulai dari pengumpulan tutup botol yang dipilah warga melalui Rumah Pilah Sampah. Tutup botol kemudian dicuci, dikeringkan, dikelompokkan berdasarkan warna, lalu dilelehkan menggunakan wajan anti lengket sebelum disusun mengikuti pola gambar di atas media tripleks. Setelah itu, permukaan karya diamplas dan dipasang bingkai hingga menjadi lukisan siap pajang.

Baca Juga :  Manggala Agni Bentuk MPA Batara, Warga Dilatih Cegah Karhutla Sejak Dini

“Prosesnya memang panjang. Mulai dari memilah, mencuci, mengeringkan, mengelompokkan warna, melelehkan, membentuk gambar sampai finishing. Tetapi justru proses itulah yang membuat karya ini memiliki nilai,” katanya.

Bagi mahasiswa KKN Tematik ULM, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam pengelolaan sampah berbasis kreativitas. Salah seorang peserta, Aiman, mengaku awalnya mengira pembuatan lukisan dari tutup botol cukup sederhana.

“Ini pengalaman baru bagi kami. Ternyata setiap tahap membutuhkan ketelitian, mulai dari memilah warna sampai menyusun pola. Kami jadi memahami bahwa sampah ternyata bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa berhasil menyelesaikan satu lukisan berbahan dasar tutup botol plastik bekas. Karya perdana itu menjadi bukti bahwa limbah plastik dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan kreativitas sekaligus menjadi media edukasi untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari lingkungan rumah.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan