Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel di Atas Rata-Rata Nasional

×

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel di Atas Rata-Rata Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0030
Acara Publikasi ALCo yang dihadiri Kepala Kanwil DJKN Kalselteng Tetik Fajar Ruwandar, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel, Catut Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil DJP Kalselteng Anton Budhi Setiawan dan Abien Prastowidodo yang menjabat Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan di Aula Kanwil DJP Kalselteng, Kamis (30/7/2026). (ful/KPO-3)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, kinerja ekonomi dan fiskal Kalimantan Selatan hingga Semester I bulan 30 Juni 2026 menunjukkan hasil yang positif dan tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Capaian ini didukung oleh percepatan belanja pemerintah, surplus perdagangan yang kuat, serta pengelolaan keuangan
daerah yang semakin mandiri dan efektif,” kata Catur Ariyanto Widodo selaku Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan di acara Publikasi ALCo di Aula Kanwil DJP Kalselteng, Kamis (30/7/2026).

Kalimantan Post

Acara yang dibuka Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan, Anton Budhi Setiawan yang juga Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.

Juga hadir Tetik Fajar Ruwandari selaku Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah dan Abien Prastowidodo yang menjabat Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,67 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

“Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor pertambangan yang berkontribusi 27,12 persen terhadap perekonomian daerah,” ucap Catur.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi sebesar 45,05
persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sementara itu, lanjut dia, ketahanan ekonomi Kalimantan Selatan juga didukung oleh kinerja perdagangan luar negeri
yang solid.

“Pada Juni 2026, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$1,07 miliar, meningkat 57,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya terutama berasal dari peningkatan
ekspor batu bara sebagai komoditas unggulan daerah untuk mendukung aktivitas industri di daerah,” tandasnya.

Baca Juga :  Destry Damayanti jadi Pejabat Sementara Gubernur BI

Dari sisi harga, jelas dia, inflasi mulai menunjukkan tren yang lebih terkendali, meskipun masih berada di atas rata-rata nasional. Pada Juni 2026, inflasi tahunan Kalimantan Selatan tercatat 4,47 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.

“Secara bulanan, inflasi mencapai 0,48
persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupatenupaten Tanah Laut sebesar 5,27 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Kotabaru sebesar 3,74 persen,” tegasnya.

Menurut Catur, beberapa komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, beras, minyak goreng, daging ayam ras, tarif bensin, dan sigaret kretek mesin.

Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi melalui operasi pasar, dukungan distribusi pangan, serta berbagai langkah pengendalian harga kebutuhan pokok. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan