Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

UP2K PKK Dibekali AI dan Digital Marketing, Siap Naik Kelas di Era Digital

×

UP2K PKK Dibekali AI dan Digital Marketing, Siap Naik Kelas di Era Digital

Sebarkan artikel ini
IMG 20260804 WA0043 scaled
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK se-Kota Banjarmasin di Aula Rumah Kemasan, Selasa (4/8/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong pelaku usaha mikro agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK se-Kota Banjarmasin Tahun 2026 yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) di Aula Rumah Kemasan, Kayu Tangi, Selasa (4/8/2026).

Pelatihan tersebut diikuti anggota UP2K PKK dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Banjarmasin. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha binaan PKK agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki keterampilan memasarkan produk melalui platform digital.

Kalimantan Post

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang hadir mewakili Wali Kota H. Muhammad Yamin HR, mengatakan perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM. Karena itu, anggota UP2K PKK perlu dibekali kemampuan baru agar mampu bersaing di tengah perubahan pola bisnis yang semakin mengandalkan teknologi.

Menurut Ichrom, materi pelatihan tidak hanya membahas pengembangan usaha secara umum, tetapi juga mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), strategi pemasaran melalui media sosial, hingga pengelolaan keuangan yang baik.

“Pelatihan kapasitas anggota UP2K PKK ini berkaitan dengan bagaimana cara menggunakan AI, bagaimana menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, memanajemen keuangan dan sebagainya,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah pelatihan selesai. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu membantu anggota UP2K PKK mengembangkan usahanya sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga maupun kelompok usaha yang mereka jalankan.

Ichrom juga menilai pola pemasaran produk UP2K PKK selama ini masih didominasi penjualan secara langsung melalui toko maupun kegiatan yang difasilitasi pemerintah seperti pameran dan bazar. Cara tersebut dinilai masih perlu diperluas agar jangkauan pasar menjadi lebih besar.

Baca Juga :  Air Mata Haru Iringi Wisuda Dua Bersaudara di UNISKA, Buah Perjuangan Ayah Teknisi dan Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong pelaku usaha mulai memanfaatkan berbagai marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus penjualan produk. Dengan cara tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu membangun pasar sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada kegiatan pemerintah.

“Hal ini tentu agar mereka bisa mandiri dengan memasarkan produknya sendiri menggunakan marketplace atau media sosial lainnya, sehingga mereka bisa jauh lebih berkembang dibandingkan jika hanya berharap dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah,” tegas Ichrom.

Melalui pelatihan ini, Pemko Banjarmasin berharap anggota UP2K PKK mampu bertransformasi menjadi pelaku UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain memiliki kemampuan memanfaatkan AI dan pemasaran digital, mereka juga diharapkan mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan