BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penggunaan material berbahan besi pada sejumlah fasilitas yang tengah dibangun dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) menjadi sorotan.
Bukan tanpa alasan, Pengamat Tata Kota, Subhan Syarief menyebutkan, pemilihan material perlu menjadi bahan evaluasi. Mengingat maraknya kasus pencurian fasilitas umum berbahan logam beberapa waktu lalu.
Ambil contohnya kasus baut jembatan penghubung Cemara Ujung dan Sungai Andai (Cusa). Kemudian lampu Sorot RGB di badan Jembatan Merdeka Banjarmasin hingga tutup drainase di sejumlah ruas jalan yang hilang dicuri.
Seiring dengan itu, Subhan menilai selain mempertimbangkan aspek estetika dan kekuatan konstruksi. Perencanaan pembangunan juga harus memperhitungkan risiko pencurian yang berpotensi merugikan negara dan mengurangi fungsi fasilitas publik.
“Terpenting sebenarnya bukan hanya jenis materialnya, tetapi juga teknik pemasangannya. Sambungan antara konstruksi besi dengan beton harus benar-benar kuat sehingga tidak mudah dilepas atau dibongkar,” kata Subhan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Subhan, kualitas material juga tidak boleh diabaikan. Baja atau besi yang digunakan harus memiliki mutu yang baik, kuat, tahan terhadap korosi, serta tidak mudah dipotong maupun dirusak.
Meski demikian, ia menegaskan, maraknya pencurian fasilitas umum tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada pemilihan material. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan lemahnya sistem pengamanan di kawasan.
“Harus ada langkah pengamanan yang memadai. Misalnya pemasangan CCTV di beberapa titik strategis yang selalu berfungsi untuk melakukan pengawasan,” tuturnya.
Selain itu, ia mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga aset publik. Dimana kepedulian warga sekitar dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah pencurian maupun tindakan vandalisme.
“Jika masyarakat melihat aktivitas yang mencurigakan atau ada indikasi pembongkaran fasilitas umum, sebaiknya segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan fasilitas umum di Kota Banjarmasin ke depannya tidak hanya mengutamakan kualitas dan fungsi infrastruktur. Namun juga mempertimbangkan aspek keamanan sejak tahap perencanaan sehingga fasilitas yang dibangun dapat bertahan lebih lama dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. (ham/KPO-4)















