Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Singapura Versus Indonesia, Menang atau Mimpi Buruk Gugur Dipenyisihan

×

Singapura Versus Indonesia, Menang atau Mimpi Buruk Gugur Dipenyisihan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260806 WA0029

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Hanya ada satu kata, menang saat Timnas Indonesia menghadapi tuan rumah Singapura pada laga terakhir Grup A ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/9/2026) pukul 20.00 WIB.

Apabila seri atau kalah akan kembali menjadi mimpi buruk bagi Rizky Ridho dan kawan-kawan terhenti di babak penyisihan.

Kalimantan Post

Pasalnya, saat ini poin Indonesia baru memperoleh poin 6 dari 3 kali main, dua kali menang dan sekali kalah, sedangkan dua saingannya Singapura dan Vietnam memperoleh poin 7 dari dua kali menang dan sekali kalah.

Timnas Indonesia tercatat sudah 5 kali tersisih di babak penyisihan grup atau gagal lolos ke semifinal sepanjang sejarah keikutsertaannya yang dulu bernama Piala AFF.

Ada pun tim Garuda terhenti di babak awal yakni tahun 2007 dengan menempati peringkat ketiga Grup B, tahun 2012 di posisi ketiga Grup B, pada tahun 2014 peringkat ketiga Grup A, di tahun 2018 urutan kelima Grup B dan pada 2024 menempati peringkat ketiga Grup B.

Jadi, tak ada kata lain wajib menang melawan tuan rumah Singapura. Namun, untuk meraih kemenangan atas Singapura, pelatih Timnas Indonesia John Herdman tak bisa lagi gegabah melakukan serangan sporadis dengan membombardir pertahanan lawan dengan melupakan merapikan pertahanan.

Berdasarkan pengalaman melawan Vietnam dengan bermain terbuka dan center back Rizky Ridho ikut maju ke depan membuka celah pemain lawan melakukan counter attack mematikan di sektor kanan hingga tercipta dua gol tak sampai 15 menit.

Selain merapikan lini belakang dengan mengubah komposisi pemain mulai kiper, center back dan bek kanan, pelatih asal Inggris ini juga diperkirakan akan memperbaharui pemain sayap untuk membantu daya dobrak Mitchell Baker di lini depan.

Baca Juga :  Mohamed Salah Gabung ke Klub Turki Trabzonspor

Di posisi kiper, Nadeo kemungkinan dibangku cadangkan mengingat buruknya penampilan dibawah mistar gawang.

Di center back, Rizky Ridho walau pun melakukan blunder melawan Vietnam tetap dipertahankan dan akan diduetkan dengan Shayne Pattynama bersama Tim Geypens.

Di bek kanan, Indonesia memerlukan Sandy Walsh dan bek kiri tetap diisi Donny Tri Pamungkas, sedangkan gelandang bertahan tetap dipercayakan kepada Ivar Jenner dan Thom Haye sebagai pengatur serangan.

Singapura sudah pasti mengantisipasi serangan Timnas Indonesia yang mengandalkan serangan melalui Mitchell Baker baik bola-bola mati maupun umpan silang ke pemain keturunan yang baru di naturalisasi.

Supaya lini belakang Singapura pecah, diperlukan pemain sayap yang kreatif, umpan melengkung dan gerakan menusuk seperti Egy Maulana Vikri serta Ragnar Oratmangoen yang membongkar pertahanan lawan.

Selain bagaimana caranya mencetak gol, Indonesia juga harus mengatasi serangan balik yang cepat dari Singapura karena mereka memiliki striker cukup tajam seperti Ilhan Fandi dan kakaknya Ikhsan Fandi:

Selain kakak beradik, Singapura juga punya bomber bagus Shawal Anuar dan Glenn Kweh yang bakal merepotkan lini belakang dikawal Rizky Ridho dan kawan-kawan.

Terlepas itu semua, peluang Indonesia memenangkan pertandingan atas Singapura masih terbuka asal bermain disiplin dan mampu memanfaatkan setiap peluang berbuah gol.

Berdasarkan statistik 59 pertemuan, Indonesia masih unggul atas Singapura. Pasukan Garuda meraih 30 kemenangan, 20 hasil imbang, dan 19 kekalahan.

Namun mengacu di Piala AFF atau Kejuaraan ASEAN, Singapura lebih unggul dengan memetik 5 kemenangan dan Indonesia hanya menang 3 kali dan sisanya 3 kali kalah.

Lalu, dalam laga tandang ke markas Singapura, Indonesia meraih 6 kemenangan, 2 kali imbang, dan 10 kekalahan. Kemenangan terakhir Indonesia di kandang Singapura terjadi pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion National pada 25 Desember 2021.

Baca Juga :  Wali Kota Cup 2026 Resmi Bergulir, Pemko Banjarmasin Dorong Lahirnya Atlet Menembak Berprestasi

Nah, mampu kah Indonesia mengulang prestasi seperti Desember 2025 lalu atau malah tersungkur? (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan