JAKARTA, Kalimantanpost.com – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui konsultasi dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, khususnya Direktorat Irigasi dan Rawa, Kamis (6/8/2026).
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Achmad Maulana, bersama sejumlah anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan beberapa program prioritas yang dinilai mendesak bagi masyarakat Kalimantan Selatan, di antaranya revitalisasi sistem perpipaan Air Banjarbakula, penanganan pendangkalan sungai di Kabupaten Barito Kuala, serta pengembangan jaringan irigasi.
Salah satu usulan utama yang kembali diperjuangkan adalah revitalisasi Pipa Air Banjarbakula agar masuk dalam prioritas penganggaran Tahun Anggaran 2027. Program tersebut sebelumnya belum mendapatkan alokasi dana pada APBN 2026.
“Alhamdulillah, hasil konsultasi dan koordinasi hari ini berjalan dengan sangat baik. Berbagai usulan yang kami sampaikan mendapat respons positif dari jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kami mendorong agar revitalisasi Pipa Air Banjarbakula dapat kembali menjadi prioritas penganggaran pada tahun 2027, mengingat program tersebut belum teralokasi pada APBN Tahun 2026,” ujar H. Achmad Maulana.
Menurutnya, proyek strategis tersebut sangat penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kalimantan Selatan yang terus meningkat.
Selain persoalan air bersih, Komisi III DPRD Kalsel juga menyoroti pendangkalan sungai di Kabupaten Barito Kuala yang belum mendapatkan penanganan optimal selama sekitar enam tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kapasitas aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir, terutama di wilayah hilir.
“Kami juga meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pendangkalan sungai di Kabupaten Barito Kuala yang selama kurang lebih enam tahun belum mendapatkan penanganan secara optimal. Barito Kuala merupakan kawasan strategis sekaligus titik muara aliran banjir dari Kota Banjarmasin dan beberapa daerah sekitarnya,” tegas Achmad Maulana.
Ia mengungkapkan, pihak Direktorat Sungai merespons positif usulan tersebut dan berkomitmen melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi eksisting serta menyusun langkah penanganan yang diperlukan.
Komisi III DPRD Kalsel berharap revitalisasi sungai dapat segera direalisasikan guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Melalui konsultasi dan koordinasi tersebut, DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai program strategis daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan penyediaan air bersih, peningkatan layanan irigasi, dan pengendalian banjir.(nau/KPO-1)















