Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Investasi Jadi Mesin Transformasi

×

Investasi Jadi Mesin Transformasi

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 8 Agustus 2026

PENYELENGGARAAN Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin bukan sekadar agenda tahunan atau ajang pameran potensi daerah.

Lebih dari itu, kegiatan yang digagas Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa Kalimantan mampu bertransformasi dari wilayah penghasil sumber daya alam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Kalimantan Post

Komitmen investasi yang mencapai Rp62,69 triliun tentu menjadi kabar menggembirakan. Nilai tersebut menunjukkan besarnya minat investor terhadap berbagai sektor strategis di Kalimantan. Sebanyak 12 Letter of Interest yang dihasilkan dalam forum investasi menandakan bahwa potensi ekonomi daerah semakin diperhitungkan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam persaingan global.

Namun, besarnya angka investasi tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan dan optimisme di atas kertas. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah forum berakhir, yakni memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan menjadi proyek nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Transformasi ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam. Kalimantan harus mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi industri, pengembangan sektor manufaktur, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang tercipta tidak hanya dinikmati oleh segelintir pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing daerah.

Pamor Borneo 2026 telah menempatkan UMKM sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Langkah ini patut diapresiasi. Selama ini, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang mampu bertahan dalam berbagai situasi. Potensi pembiayaan miliaran rupiah yang dibuka melalui kegiatan tersebut harus diikuti dengan pendampingan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Banua

Di sisi lain, percepatan digitalisasi melalui inovasi QRIS Tap juga menjadi sinyal bahwa Kalimantan tidak ingin tertinggal dalam perkembangan teknologi keuangan. Kemudahan transaksi digital akan meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.

Meski demikian, investasi dan digitalisasi harus didukung kesiapan infrastruktur, kepastian hukum, serta kualitas sumber daya manusia. Tanpa fondasi tersebut, peluang besar yang terbuka dapat berubah menjadi potensi yang sulit diwujudkan.

Pamor Borneo 2026 telah membuka pintu. Kini, tugas seluruh pemangku kepentingan adalah memastikan investasi yang masuk benar-benar menjadi mesin transformasi ekonomi yang menghadirkan kesejahteraan, pemerataan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Kalimantan.

Iklan
Iklan