Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Dua Akademisi dan Hafizh IIQ Jakarta Raih Imam Bukhari International Scholarship 2026

×

Dua Akademisi dan Hafizh IIQ Jakarta Raih Imam Bukhari International Scholarship 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0036 e1786532202887
Dua akademisi IIQ Jakarta bersama Prof. Shovosil Ziyodov, Direktur Imam Bukhari International Scientific-Research Center. Kalimantanpost.com - Foto/Rofi

SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Dua dosen sekaligus hafizh Al-Qur’an Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Dr. Samsul Ariyadi dan Dr. Ahmad Hawasyi, menorehkan prestasi internasional setelah terpilih sebagai Fellow Researcher Imam Bukhari International Scholarship 2026 di Uzbekistan.

Program Research Fellowship yang diselenggarakan Imam Bukhari International Scientific-Research Center (IBISRC), lembaga riset di bawah Kabinet Menteri Republik Uzbekistan, berlangsung selama dua bulan, 1 Agustus–30 September 2026, di Kota Khoja Ismoil, Samarkand.

Kalimantan Post

Keduanya lolos melalui seleksi yang berlangsung sejak 1 Oktober hingga 20 Desember 2025. IBISRC memprioritaskan penelitian pada bidang ilmu-ilmu Islam, warisan intelektual Asia Tengah, sejarah dan budaya kawasan, serta manuskrip dan seni oriental.

Dr. Samsul Ariyadi mengangkat riset berjudul “Genealogy and Contextualization of Sahih Al-Bukhari in the Context of Javanese Culture”, yang mengkaji pewarisan Sahih Al-Bukhari melalui tradisi makna gandhul di pesantren Nusantara.

IMG 20260812 WA0035

Sementara Dr. Ahmad Hawasyi meneliti “The Impact of Sahih al-Bukhari on the Development of Tafsir Literature in Indonesia in the 20th Century”, mengenai pengaruh Sahih al-Bukhari terhadap perkembangan literatur tafsir Indonesia pada abad ke-20.

Presentasi proposal kedua riset tersebut digelar di hadapan direksi dan manajemen riset IBISRC, Rabu (12/8), serta diikuti secara daring oleh Rektor dan civitas akademika IIQ Jakarta dari Indonesia.

Selama penelitian, keduanya memperoleh fasilitas apartemen, ruang kerja bersama, akses perpustakaan pusat, serta dukungan administratif untuk menunjang penelitian.

Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua dosen IIQ Jakarta tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga memperkuat jejaring akademik Indonesia-Uzbekistan serta kontribusi ilmuwan Indonesia dalam mengkaji khazanah literatur Islam global.(Rzf/KPO-1)

Baca Juga :  15 Taruna Akpol dan AAL Turun ke Tiga Sekolah Rakyat di Kalsel, Begini Harapan Kapolda
Iklan
Iklan